Aktivitas DPD

Menag Kukuhkan 10 Ribu Guru Al Quran di Muktamar V Wahdah Islamiyah

Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengukuhkan 10 ribu guru Al Quran dalam pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu.

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 26 Agustus 2026 · 1:43 am
2 menit baca

Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengukuhkan 10 ribu guru Al Quran dalam pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu. Pengukuhan itu disebut sebagai langkah untuk membantu mengatasi buta huruf Al Quran.

Nasaruddin mengatakan para guru ngaji tersebut merupakan kader-kader Wahdah Islamiyah yang akan segera bergerak ke masyarakat. Ia menyebut upaya itu sejalan dengan program di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dalam mengatasi buta huruf Al Quran.

Apresiasi untuk Wahdah Islamiyah

Dalam sambutannya, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada para guru Al Quran dan Wahdah Islamiyah. Ia berharap 10 ribu guru itu dapat membebaskan sedikitnya 10 orang dari buta huruf Al Quran, sehingga dalam tiga tahun Indonesia dapat bebas dari persoalan tersebut.

Ia juga menyebut jumlah buta huruf Al Quran di Indonesia sekitar 60 persen. Menurut dia, persoalan itu tidak bisa ditangani pemerintah saja, termasuk Kementerian Agama, melainkan membutuhkan peran ormas Islam dan seluruh umat.

Nasaruddin menegaskan Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan masalah itu sendiri. Karena itu, ia menilai kontribusi Wahdah Islamiyah menjadi langkah konkret dalam memberantas buta huruf Al Quran di Indonesia.

Hadirkan unsur DPD RI

Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah juga dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin turut mengapresiasi Pimpinan Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin atas langkah yang dilakukan organisasi tersebut. Ia mengatakan setiap kebaikan yang dijalankan dengan niat luhur akan mendapat ridha Allah SWT.

Nasaruddin juga mengingatkan para guru agar tidak hanya mengajarkan bacaan Al Quran, tetapi juga mampu membimbing murid secara lebih mendalam. Ia berharap para guru itu dapat benar-benar menjadi pembimbing bagi para muridnya.

Sumber: ANTARA