Aji Mirni Mawarni Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Kualitas SDM Kaltim
Anggota Komite III DPD RI, Aji Mirni Mawarni, menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses pendidikan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

Anggota Komite III DPD RI, Aji Mirni Mawarni, menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses pendidikan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Ia menilai kondisi itu belum sejalan dengan besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Aji Mirni dalam kegiatan silaturahmi dan serap aspirasi masyarakat mengenai pemenuhan hak dasar warga negara berdasarkan UUD NKRI 1945 di Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kaltim, Kamis 27 Agustus 2026.
Kritik Kesenjangan Pendidikan di Kaltim
Menurut Aji Mirni, Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam terbesar di Indonesia. Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Ia mencontohkan masih adanya desa di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara yang fasilitas pendidikannya hanya tersedia hingga jenjang sekolah menengah pertama. Padahal, ketentuan wajib belajar 12 tahun telah berlaku selama puluhan tahun.
“Undang-undang pendidikan 12 tahun wajib belajar, tapi kenyataannya di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara masih banyak desa yang hanya memiliki sampai SMP. Bagaimana undang-undang berbicara 12 tahun?” ujarnya.
Peran DPD RI Menyerap Aspirasi
Aji Mirni menilai persoalan pendidikan tidak cukup diselesaikan melalui regulasi semata. Ia menekankan perlunya konsistensi pemerintah dalam menjalankan aturan serta pengawasan yang kuat agar hak dasar masyarakat atas pendidikan benar-benar terpenuhi.
Ia juga menyebut peran dirinya sebagai anggota DPD RI adalah menyerap aspirasi masyarakat dan membawanya dalam pembahasan bersama pemerintah pusat. Aspirasi itu diharapkan menjadi bahan penyusunan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat di daerah.
Ajakan Mengawal Pendidikan
Di hadapan masyarakat dan wartawan, Aji Mirni mengajak agar persoalan pendidikan terus dikawal melalui pemberitaan yang edukatif. Ia berharap media dapat membantu memberi pemahaman kepada publik mengenai pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai bagian dari masa depan Kaltim.
Sumber: RRI.co.id




