Senator Menyapa

H. Hartono DPD RI Nilai Sorong Open III Peta Kekuatan Bulu Tangkis Papua Barat Daya

Anggota DPD RI H. Hartono menilai Sorong Open III Badminton Tournament bisa menjadi sarana penting untuk memetakan kekuatan atlet bulu tangkis Papua…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 30 Agustus 2026 · 7:34 am
2 menit baca

Anggota DPD RI H. Hartono menilai Sorong Open III Badminton Tournament bisa menjadi sarana penting untuk memetakan kekuatan atlet bulu tangkis Papua Barat Daya. Pandangan itu ia sampaikan saat menghadiri penutupan Sorong Open 2026 Badminton Tournament memperebutkan Piala H. Hartono (Songkok Hijau) di GOR Gala Raya, Kota Sorong, Minggu, 30 Agustus 2026.

Hartono menegaskan turnamen yang diinisiasi PBSI Kota Sorong tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga berfungsi menjaring atlet berbakat, terutama dari kelompok pemula dan usia remaja. Ia berharap dari kompetisi itu lahir bibit-bibit muda yang kelak mampu menjadi atlet berprestasi dan membanggakan Papua Barat Daya.

Jadi bahan evaluasi menuju PON

Hartono menyebut kehadiran peserta dari berbagai wilayah Tanah Papua memberi nilai lebih bagi Sorong Open III. Menurut dia, atlet yang turun bertanding tidak hanya datang dari Sorong Raya dan Papua Barat Daya, tetapi juga dari Merauke, Papua, dan Papua Tengah.

Kondisi itu, kata Hartono, memperlihatkan peta kekuatan antardaerah yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi Papua Barat Daya. Ia menilai pemetaan tersebut penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kompetisi, termasuk seleksi dan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Dengan penyelenggaraan open turnamen, setidaknya bisa melihat peta. Ketika nanti Papua Barat Daya untuk persiapan PON, untuk seleksi dan seterusnya, bisa melihat peta bahwa kekuatan kita ada di sini,” katanya.

Pembinaan harus berkelanjutan

Sebagai anggota DPD RI Komite III yang membidangi olahraga, Hartono juga menilai turnamen itu dapat menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana kemampuan atlet Papua Barat Daya jika ingin bersaing di tingkat nasional. Menurut dia, pembinaan tidak bisa dilakukan sesaat dan harus dibarengi dengan ruang kompetisi yang terus-menerus.

Hartono turut mengapresiasi keikutsertaan atlet veteran dalam Sorong Open III. Ia menilai kehadiran mereka menunjukkan olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembinaan dan pemeliharaan kebugaran.

“Selain atlet muda, juga ada atlet veteran. Ini tentu untuk pembinaan sekaligus juga untuk memelihara kebugaran,” ujarnya.

Hartono berharap Sorong Open dapat terus digelar dan berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan bulu tangkis di Papua Barat Daya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PBSI Kota Sorong yang dinilainya konsisten menyelenggarakan turnamen sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga prestasi di daerah.

Dengan kompetisi yang rutin, Hartono berharap Papua Barat Daya akan semakin mudah menemukan atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi kejuaraan di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Sumber: RRI.co.id