Senator Menyapa

Fahira Idris Tegaskan Komitmen Advokasi dan Pemberdayaan Sosial Pemuda di DPD RI

Anggota DPD RI Fahira Idris menerima penghargaan Advokasi dan Pemberdayaan Sosial Pemuda dalam ajang KNPI Award 2026 di Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2026…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 30 Agustus 2026 · 4:55 pm
3 menit baca

Anggota DPD RI Fahira Idris menerima penghargaan Advokasi dan Pemberdayaan Sosial Pemuda dalam ajang KNPI Award 2026 di Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2026 malam. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas kontribusinya di bidang advokasi dan pemberdayaan sosial, terutama yang berkaitan dengan generasi muda.

Fahira menyebut penghargaan tersebut bukan hanya bentuk penghormatan, melainkan juga amanah untuk terus menghadirkan kerja nyata yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama beserta jajaran pengurus.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada KNPI atas penghargaan Advokasi dan Pemberdayaan Sosial Pemuda ini. Bagi saya, penghargaan adalah amanah dan pengingat untuk terus berbuat dan bermanfaat,” ujar Senator asal Dapil DKI Jakarta itu usai menerima penghargaan.

Peran pemuda dinilai makin strategis

Dalam pandangannya, posisi pemuda kini semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, perkembangan teknologi, transformasi ekonomi, dan beragam tantangan kehidupan masyarakat. Karena itu, ia menilai kebijakan serta gerakan kepemudaan harus memberi ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk tumbuh, berdaya, dan berkarya.

“Pemuda bukan hanya masa depan bangsa. Pemuda adalah kekuatan bangsa hari ini. Karena itu, kita harus membuka ruang seluas-luasnya agar semua anak muda di Indonesia tumbuh, berdaya, berkarya, dan hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” kata Fahira.

Fahira menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tiga bidang yang selama ini menjadi bagian dari pengabdiannya, yakni advokasi kesehatan, advokasi hukum, dan pemberdayaan sosial pemuda. Di bidang kesehatan, ia mendorong keterlibatan pemuda melalui gerakan sosial, edukasi, kesukarelawanan, serta kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Sementara dalam advokasi hukum, Fahira mendorong generasi muda agar memahami hak dan kewajibannya, memperoleh akses pendampingan hukum, serta tumbuh sebagai generasi yang menjunjung keadilan dan supremasi hukum. Adapun pemberdayaan sosial, menurut dia, harus memberi kesempatan kepada pemuda untuk mengembangkan kapasitas, kepemimpinan, kreativitas, jejaring, dan kemampuan menghadirkan solusi konkret di lingkungan sekitar.

“Insya Allah, saya akan terus berkomitmen memperkuat advokasi kesehatan, advokasi hukum, serta pemberdayaan sosial pemuda. Kita ingin semakin banyak anak muda yang bukan hanya memiliki kesempatan, tetapi juga mempunyai kapasitas dan keberanian untuk memberi manfaat,” ujarnya.

KNPI didorong jadi rumah besar pemuda

Fahira yang juga Ketua Umum Bang Japar selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk donor darah di 44 kecamatan di Jakarta dan pemeriksaan kesehatan gratis. Ia pun mengapresiasi KNPI yang dinilainya terus menjaga ruang berhimpun dan kolaborasi bagi generasi muda.

Menurut Fahira, organisasi kepemudaan memegang tanggung jawab penting untuk memperkuat persatuan, melahirkan kepemimpinan baru, dan membangun budaya kolaborasi di kalangan pemuda. Ia berharap KNPI terus menjadi rumah besar yang menjembatani keragaman organisasi, gagasan, latar belakang, dan potensi generasi muda Indonesia dalam semangat persatuan.

“Perbedaan di kalangan pemuda harus menjadi energi untuk berkolaborasi. Bangsa ini membutuhkan pemuda yang berani bermimpi, mau bekerja, peduli kepada sesama, dan mampu bergerak bersama,” kata Fahira.

Selain Fahira Idris, sejumlah tokoh lain juga menerima KNPI/Pemuda Award 2026, antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Adhyaksa Dault, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Sumber: RRI.co.id