Ketua DPD RI Soroti Falsafah Mapalus Minahasa dalam Sidang Tahunan MPR
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyinggung pentingnya persatuan bangsa dengan mengangkat falsafah Mapalus dari Tanah Minahasa, Sulawesi Utara, dalam…

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyinggung pentingnya persatuan bangsa dengan mengangkat falsafah Mapalus dari Tanah Minahasa, Sulawesi Utara, dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat. Dalam forum itu, ia menekankan bahwa nilai gotong royong, kerja bersama, dan kesetiakawanan tetap relevan untuk menjaga Indonesia di tengah berbagai tantangan.
Sultan menyebut Mapalus mencerminkan etika kerja bersama yang menyatukan daya, waktu, dan pikiran demi kepentingan bersama. Ia juga menilai kemandirian dapat tumbuh dari kemitraan yang setara serta kesetiakawanan yang melampaui sekat sosial.
Pesan persatuan dari ruang sidang
“Di atas perbedaan ada merah putih. Di atas semua kepentingan ada republik. Di atas setiap kekuasaan ada kedaulatan rakyat,” kata Sultan.
Ia menegaskan Indonesia tetap berdiri tegak menghadapi konflik, krisis, dan ujian sejarah karena rakyat tidak pernah berhenti mencintai negeri ini. Sultan juga mengatakan bangsa Indonesia telah melewati berbagai ujian, mulai dari krisis ekonomi, bencana alam, pandemi, gejolak politik, hingga berbagai peristiwa dalam perjalanan sejarah.
Menurut dia, kecintaan terhadap Indonesia tampak dari masyarakat di daerah yang tetap menjalankan peran masing-masing dalam berbagai kondisi. Ia mencontohkan guru yang tetap mengajar meski fasilitas ruang kelas terbatas, bidan yang tetap melayani meski harus menempuh perjalanan jauh, serta petani dan nelayan yang terus bekerja menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.
“Ada aparatur desa tetap melayani di pelosok negeri. Dan ibu-ibu tetap menjaga masa depan anak-anaknya meski hidup tidak selalu mudah,” ujarnya.
DPD RI ajak perkuat demokrasi
Sultan juga mengatakan kecintaan terhadap Indonesia tercermin dari kehadiran putra-putri terbaik bangsa dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026. Dalam agenda itu, hadir 225 teladan dan 12 peserta Parlemen Remaja dari berbagai kementerian dan lembaga.
Dalam pidatonya, ia menilai ujian terhadap demokrasi Indonesia semakin menantang dan membutuhkan keberanian, persatuan, kepercayaan, serta keteladanan. Menurut dia, keberanian diperlukan untuk menghadapi tantangan, persatuan untuk menyatukan langkah di tengah perbedaan, kepercayaan rakyat terhadap parlemen dan pemerintah, serta keteladanan dari para pemimpin dan penyelenggara negara.
“Dari ruang sidang bersama yang terhormat ini, DPD RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, sebagai modal terbesar bangsa kita,” katanya.
Sultan juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik dan pendekatan kebijakan merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan itu menurut dia tidak boleh menghilangkan kecintaan terhadap Indonesia.
“Pitutur Jawa mengingatkan, ‘rukun agawe santoso, crah agawe bubrah’. Kerukunan melahirkan kekuatan, perpecahan membawa kehancuran. Karena itu, berbeda pilihan tidak boleh memutus persaudaraan, berbeda pandangan tidak boleh melemahkan tujuan kebangsaan,” ujarnya.
Sumber: ANTARA



