Aktivitas DPD

Setjen DPD RI Jadikan Kesehatan Pegawai sebagai Investasi Institusi

Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) menegaskan kesehatan pegawai sebagai bagian penting dari upaya membangun…

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 6 September 2026 · 9:35 am
3 menit baca

Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) menegaskan kesehatan pegawai sebagai bagian penting dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkinerja optimal. Komitmen itu diwujudkan lewat Health Talk & Sharing Session bertema Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat yang digelar di Lobi Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (2/9).

Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Depok, Gerry Permadi, sebagai narasumber. Dalam forum itu, Setjen DPD RI menempatkan edukasi kesehatan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran pegawai terhadap risiko obesitas dan fatty liver.

Iqbal Dorong Langkah Preventif di Lingkungan Kerja

Sekretaris Jenderal DPD RI M. Iqbal menekankan bahwa kesehatan pegawai tidak bisa dilepaskan dari kekuatan organisasi. Ia menyebut kesehatan pegawai sebagai bagian dari investasi institusi dan meminta setiap unit kerja melakukan pendataan pegawai yang masuk kategori obesitas.

Menurut Iqbal, pendataan itu perlu diikuti arahan serta dorongan agar pegawai mengikuti kegiatan olahraga. Ia juga menilai pendekatan preventif harus menjadi bagian dari budaya kerja agar kesadaran menjaga kesehatan tumbuh lebih dini.

Langkah tersebut, kata dia, tidak berhenti pada edukasi, tetapi harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata di lingkungan kerja. Dengan begitu, pegawai diharapkan lebih peka terhadap kondisi tubuh dan melakukan perubahan gaya hidup sebelum muncul persoalan kesehatan yang lebih serius.

Fatty Liver dan Pentingnya Deteksi Dini

Dalam paparannya, Gerry Permadi menjelaskan bahwa fatty liver berkaitan dengan penumpukan lemak pada liver dan erat hubungannya dengan obesitas serta gangguan metabolik. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.

Gerry mengatakan, fatty liver bukan hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga oleh tingkat aktivitas fisik seseorang. Karena itu, menjaga berat badan, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari alkohol menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan liver.

Kepala Klinik Pratama DPD RI Emirianti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memperluas akses edukasi kesehatan sekaligus memperkuat pencegahan. Ia menyoroti bahwa persoalan kesehatan metabolik kerap terlewat karena gejalanya minim pada awal munculnya kondisi tersebut.

Emirianti menekankan pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologis seperti USG dan Fibroscan, serta pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi pasien. Ia juga menjelaskan bahwa upaya menjaga kesehatan metabolik perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui pengendalian berat badan, pola makan sehat, dan aktivitas fisik rutin.

Keterkaitan Fatty Liver dan Diabetes

Dalam sesi yang berlangsung interaktif itu, peserta juga mendapat penjelasan mengenai hubungan fatty liver dan diabetes yang dapat saling memperberat kondisi metabolik. Gerry menegaskan risiko tersebut dapat dicegah dan dikendalikan melalui deteksi dini serta perbaikan pola hidup yang konsisten.

Ia mengingatkan bahwa pencegahan selalu menjadi langkah penting dan masyarakat tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai menjaga kesehatan. Edukasi tersebut sekaligus memperkuat upaya Setjen DPD RI dalam membangun kesadaran kesehatan sebagai bagian dari kesejahteraan pegawai.

Sumber: JPNN.com