Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik Dorong Bali Percepat TPS 3R untuk Pemilahan Sampah
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, mendorong Bali menjadi pelopor gerakan pemilahan sampah secara nasional.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, mendorong Bali menjadi pelopor gerakan pemilahan sampah secara nasional. Menurut dia, kekuatan desa adat, banjar, rumah tangga, hingga industri pariwisata menjadi modal penting untuk membangun tata kelola sampah berbasis masyarakat.
Djelantik mengatakan dorongan itu sejalan dengan pemahaman Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin terhadap situasi Bali. Ia menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja ke Buleleng, Senin, 28 September 2026.
TPS 3R dinilai perlu dipercepat
Selain mengusung pemilahan sampah, Djelantik juga menyinggung Bali yang termasuk satu dari lima provinsi pilihan pemerintah pusat untuk membangun pusat pengelolaan sampah waste to energy. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari perjuangan DPD RI bersama Danantara.
Meski begitu, ia menilai pembangunan fasilitas pengelolaan sampah berskala besar memerlukan waktu. Sementara persoalan sampah terjadi setiap hari, sehingga pembangunan TPS 3R (reduce, reuse, recycle) dianggap perlu dipercepat.
Rencana pemanfaatan lahan pemprov dibahas
Djelantik mengatakan telah berdiskusi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Gubernur Bali Wayan Koster terkait rencana pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali untuk pembangunan TPS 3R. Ia menyebut sebelumnya ada pernyataan bahwa tanah milik pemprov akan diwakafkan atau diberikan hak guna untuk pembangunan fasilitas tersebut.
“Saat itu menyatakan bahwa tanah-tanah milik pemprov itu akan diwakafkan, akan diberikan hak kegunaannya untuk bisa dipakai untuk membuat TPS 3R. Dan ibu akan menagih janji itu,” ujarnya.
Menurut Djelantik, pembangunan TPS 3R tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Karena itu, ia mengatakan akan mendorong pemerintah pusat agar ikut memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah.
Gerakan pemilahan sampah disebut sudah lama digaungkan
Sementara itu, Pendiri Gerakan Bersih-Bersih Bali, I Gusti Ngurah Agus Norma Sasono atau Gus Norma, menyebut gerakan pemilahan sampah sudah lama digaungkan komunitas lingkungan di Bali. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat edukasi, sosialisasi, dan inovasi agar gerakan itu berjalan di masyarakat.
Gus Norma juga meminta pemerintah melibatkan berbagai komunitas lingkungan yang selama ini bergerak di bidang masing-masing. Menurut dia, komunitas dapat dilibatkan dalam edukasi maupun inovasi pengelolaan sampah agar program pemerintah lebih efektif.
Ia menekankan peran perbekel dan bendesa sebagai ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat. Gus Norma berharap pengelolaan sampah tidak berhenti pada kebijakan di tingkat provinsi, melainkan benar-benar dijalankan hingga tingkat desa dan masyarakat.
Sumber: RRI.co.id




