Senator Menyapa

Agustius Kambuya Dorong Hilirisasi Sektor Non-Tambang di Papua Barat Daya

Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya, Agustius Kambuya, menilai pengembangan sektor non-tambang melalui hilirisasi perlu menjadi perhatian untuk…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 29 September 2026 · 7:16 am
2 menit baca

Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya, Agustius Kambuya, menilai pengembangan sektor non-tambang melalui hilirisasi perlu menjadi perhatian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua, termasuk Papua Barat Daya. Pandangan itu ia sampaikan saat kunjungan kerja Komite II DPD RI di Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Agustius menyebut Papua memiliki sumber daya yang tidak hanya bertumpu pada minyak, gas, batu bara, dan pertambangan, tetapi juga kelautan, perikanan, pertanian, serta berbagai komoditas unggulan. Menurutnya, sektor pertambangan bersifat tidak dapat diperbarui sehingga potensi yang berada di atas permukaan perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia menyoroti sektor kelautan dan pertanian sebagai bidang yang masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi. Potensi perikanan Papua Barat Daya, kata dia, masih bisa ditingkatkan karena selama ini kegiatan perikanan lebih banyak mengandalkan penangkapan ikan secara alamiah.

Agustius juga menilai pengembangan budidaya perikanan dalam skala besar masih terbuka untuk dilakukan. Selain itu, sejumlah komoditas unggulan pertanian disebutnya memiliki peluang untuk diolah lebih lanjut agar memberi nilai tambah bagi daerah.

“Persoalan kita tadi itu akses terhadap pasar, terutama teknologi untuk hilirisasi. Ini yang paling penting. Lalu akses terhadap pasar dan permodalan,” ujarnya.

Hilirisasi dan UMKM

Agustius menjelaskan, hilirisasi tidak selalu harus dimaknai sebagai pembangunan industri besar. Menurut dia, pelaku UMKM dengan skala usaha yang lebih kecil juga dapat masuk ke dalam rantai hilirisasi komoditas daerah.

Ia menekankan perlunya integrasi antara sektor pertanian, UMKM, proses hilirisasi, dan akses pasar agar potensi ekonomi daerah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. “Bagaimana mengintegrasikan antara pertanian, lalu UMKM, hilirisasi lalu pasar, ini yang jadi penting sebenarnya,” katanya.

Pemetaan persoalan daerah

Agustius menegaskan pertemuan tersebut menjadi bagian penting untuk memetakan persoalan sekaligus menyusun langkah pengembangan sektor non-tambang di Papua Barat Daya. Penguatan teknologi, permodalan, dan akses pasar disebutnya sebagai kunci dalam mendorong sektor-sektor tersebut berkembang.

Sumber: RRI.co.id