Senator Menyapa

Ni Luh Djelantik Soroti Ketimpangan Buleleng dan Dukung Perhatian Berkelanjutan DPD RI

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, menyoroti ketimpangan sosial dan pembangunan fasilitas publik yang masih…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 1 Oktober 2026 · 10:56 pm
2 menit baca

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, menyoroti ketimpangan sosial dan pembangunan fasilitas publik yang masih dirasakan masyarakat di Kabupaten Buleleng, Bali. Ia menegaskan, perhatian terhadap wilayah itu tidak seharusnya hanya muncul saat momentum Pemilu.

Hal tersebut disampaikan Ni Luh Djelantik saat menyerap aspirasi dan menyalurkan bantuan di Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng, pada Rabu, 30 September 2026 malam. Dalam kesempatan itu, ia menilai Buleleng merupakan bagian dari Bali yang juga membutuhkan perhatian pembangunan secara berkelanjutan.

Buleleng Dinilai Tak Boleh Hanya Jadi Sasaran Saat Pemilu

Ni Luh Djelantik menyampaikan, masyarakat Buleleng semestinya mendapat perhatian yang konsisten, bukan hanya ketika diperlukan dukungan suara. Ia menyinggung pandangan sebagian pejabat yang dinilainya cenderung melihat Buleleng sebagai wilayah kantong suara tanpa memberi perhatian yang sepadan di luar masa pemilihan.

“Bali itu bukan hanya Selatan, Tengah, Timur, atau Barat saja, Buleleng ini juga bagian dari Bali. Kenapa Buleleng yang dianggap oleh pejabat-pejabat sebagai tempat kantong suara yang paling seksi karena suaranya terbanyak, tetapi cuma dicari pada saat Pemilu saja?” ucap Ni Luh Djelantik.

Ia juga menyebut persoalan yang ditemuinya saat turun langsung ke masyarakat Buleleng meliputi kesenjangan sosial, kesejahteraan, dan fasilitas publik yang belum merata. Karena itu, ia menilai pembangunan di daerah tersebut perlu mendapat perhatian yang lebih serius.

Aspirasi Warga Dicatat untuk Ditindaklanjuti

Menurut Ni Luh Djelantik, sebagai pejabat negara di tingkat pusat, dirinya bersama tim berupaya hadir langsung ke desa dan kelurahan untuk mendengarkan persoalan masyarakat. Aspirasi yang diterima kemudian dicatat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Setiap desa dan kelurahan memiliki permasalahannya sendiri. Tugas kami adalah hadir mendengarkan, baik untuk satu suara maupun sepuluh ribu suara. Itulah keadilan yang sebenarnya,” ujar Ni Luh Djelantik.

Ia menambahkan, selama sekitar 10 bulan masa reses, dirinya telah mendatangi hampir 300 desa di seluruh kecamatan di Bali. Hingga akhir tahun keempat masa jabatannya, ia menargetkan dapat menjangkau 716 desa dan kelurahan.

Desak Perbaikan Infrastruktur Berkelanjutan

Ni Luh Djelantik juga mendorong kepala daerah dan organisasi perangkat daerah terkait untuk bersama-sama menangani persoalan pembangunan di Buleleng. Ia menilai perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas umum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesenjangan pembangunan antarwilayah di Bali bisa berkurang.

Sumber: RRI.co.id