Senator Menyapa

Sultan Bachtiar Najamudin: Pancasila Harus Jadi Napas Kehidupan Sehari-hari

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan Pancasila harus hadir sebagai napas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di bidang demokrasi dan ekonomi.

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 1 Oktober 2026 · 3:26 pm
2 menit baca

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan Pancasila harus hadir sebagai napas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di bidang demokrasi dan ekonomi. Ia juga menilai nilai Pancasila berperan penting dalam mempersatukan bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan Sultan usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026. Menurut dia, pemaknaan Pancasila perlu disesuaikan dengan kondisi kekinian agar tetap relevan dalam kehidupan bangsa.

“Iya hari Kesaktian Pancasila, kan namanya juga sudah sakti ya, bahwa Pancasila yang justru mempersatukan kita, mempertahankan NKRI. Kalau kondisi terkini kita bawa dengan kondisi kekinian, saya memaknai bahwa Pancasila harus menjadi napas, napas kehidupan keseharian kita,” ujar Sultan.

Pancasila sebagai dasar kehidupan

Sultan menyebut Pancasila sebagai sumber dari segala sumber dan menegaskan nilai itu seharusnya menjadi bagian dari berbagai bidang kehidupan. Ia menilai Indonesia telah melalui banyak peristiwa yang menguji ketahanan bangsa, namun tetap bertahan sebagai negara yang beragam dari Sabang sampai Merauke.

“Iya kita sudah diuji dengan begitu banyak ya peristiwa. Negara yang mungkin paling unik, paling diverse, negara yang paling beranekaragam dari Sabang sampai Merauke,” kata Sultan.

Optimisme terhadap masa depan Indonesia

Di tengah keberagaman dan berbagai ujian tersebut, Sultan menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan menjadi negara yang disegani dan kuat secara ekonomi. Ia juga menyoroti kondisi geopolitik global yang dinamis, namun menilai Indonesia tetap mampu menjaga persatuan.

“Bahkan ya kita yakin semua bahwa hanya menunggu waktu, menunggu momentum kita akan menjadi negara yang sangat disegani. Menjadi negara yang kuat secara ekonomi,” ucap Sultan.

“Bayangkan di tengah-tengah dunia atau kondisi geopolitik global yang up and down, kadang-kadang volatile betul, tapi kita gagah. Kita bersatu, bahkan kita hanya menunggu waktu akan menjadi negara maju,” ujar Sultan.

Sumber: RRI.co.id