Fahira Idris Tegaskan DPD RI Harus Perkuat Kemajuan Daerah untuk Indonesia
Anggota DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kemajuan daerah.

Anggota DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kemajuan daerah. Menurut dia, daerah bukan sekadar lokasi pembangunan nasional, melainkan penggerak ekonomi, pelayanan publik, ketahanan pangan, pembangunan manusia, serta penjaga keberagaman dan persatuan bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Fahira dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-22 DPD RI yang diperingati setiap 1 Oktober. Ia menyebut DPD RI lahir pada 1 Oktober 2004 sebagai bagian dari agenda reformasi untuk memperkuat keterwakilan kepentingan wilayah dalam pengambilan kebijakan nasional.
“Indonesia akan maju jika daerah-daerahnya juga bergerak maju. Karena itu, daerah tidak boleh hanya dipandang sebagai penerima kebijakan dari pusat. Daerah adalah sumber kekuatan, gagasan, potensi, sekaligus penggerak kemajuan Indonesia,” ujar Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.
Daerah sebagai dasar kebijakan nasional
Fahira menilai setiap daerah di Indonesia memiliki karakter dan persoalan yang berbeda. Tantangan provinsi kepulauan, kata dia, tidak sama dengan daerah pegunungan, kawasan perbatasan, kota metropolitan, sentra pertanian, maupun wilayah yang kaya sumber daya alam.
Karena itu, ia berpendapat kebijakan nasional akan lebih efektif bila disusun dengan memahami kondisi dan kebutuhan daerah. DPD RI, menurut Fahira, memegang peran penting karena membawa perspektif wilayah ke tingkat nasional.
“Kami tidak hanya meneruskan aspirasi, tetapi juga menjadi jembatan dua arah, membawa kebutuhan daerah ke pusat sekaligus melihat dampak kebijakan nasional berdasarkan fakta di lapangan,” katanya.
Fahira menambahkan, fungsi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi antara DPD RI dengan pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai elemen masyarakat. Menurut dia, DPD RI juga dapat menjadi ruang strategis bagi kepala daerah untuk menyampaikan kebutuhan, persoalan, dan potensi wilayah agar mendapat perhatian di tingkat nasional.
“Pertumbuhan ekonomi harus membuka pekerjaan di daerah, anggaran harus memperbaiki pelayanan di daerah, pembangunan harus terasa sampai desa, pulau kecil, dan kawasan perbatasan. Di situlah pentingnya suara daerah terus hadir dalam setiap agenda nasional,” ujarnya.
Apresiasi kerja representasi DPD RI
Dalam kesempatan itu, Fahira mengapresiasi kepemimpinan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin bersama Wakil Ketua GKR Hemas, Yorrys Raweyai, dan Tamsil Linrung yang dinilainya mendorong penguatan kolaborasi, legislasi, dan artikulasi kepentingan daerah.
Ia juga menyoroti sejumlah kerja representasi DPD RI. Hingga Agustus 2026, lembaga itu disebut telah menghimpun 10.883 aspirasi dari 38 provinsi.
Aspirasi tersebut kemudian dibawa dalam dialog dengan pemerintah, termasuk Bappenas dan kementerian terkait, sebagai masukan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah 2027.
Di bidang legislasi, DPD RI disebut mengawal empat RUU yang masuk dalam Prolegnas Prioritas 2025. Keempatnya ialah RUU Perubahan atas UU Pemerintahan Daerah, RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, RUU Masyarakat Hukum Adat, dan RUU Daerah Kepulauan.
Khusus RUU Daerah Kepulauan, pembahasannya pada 2026 telah memasuki tahap tripartit bersama DPR RI dan pemerintah. Substansi yang dibahas meliputi kewenangan wilayah laut, pengelolaan sumber daya, konektivitas antarpulau, serta skema pendanaan bagi daerah kepulauan.
Selain itu, DPD RI juga membentuk Pansus Papua untuk menyerap fakta dan aspirasi terkait konflik serta persoalan kemanusiaan di Papua. Pendekatan yang didorong mencakup perlindungan masyarakat sipil, pemulihan pengungsi, penegakan hukum, pelayanan dasar, dan penghormatan terhadap masyarakat adat.
“Berbagai kerja tersebut terus diperkuat agar kehadiran DPD RI semakin dirasakan masyarakat. DPD RI hadir untuk mendengar daerah, bekerja untuk memperjuangkan kepentingannya, dan terus memastikan kemajuan daerah menjadi kekuatan kemajuan Indonesia,” kata Fahira.
Ia menutup pernyataannya dengan ucapan, “Selamat HUT ke-22 DPD RI. Dari daerah untuk Indonesia.”
Sumber: RRI.co.id




