Senator Menyapa

Mirah Midadan Fahmid DPD RI Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan Bima

Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, ikut bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menyalurkan bantuan air bersih bagi…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 3 Oktober 2026 · 7:04 pm
2 menit baca

Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, ikut bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di tiga desa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Penyaluran dilakukan di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Desa Roka dan Desa Nata, Kecamatan Belo dan Palibelo.

Bantuan itu disalurkan untuk menjawab kesulitan warga mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di tengah cuaca panas yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bima. BPBD Kabupaten Bima menyebut penyaluran dilakukan berdasarkan pendataan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Distribusi air di tiga desa

Di Desa Waduwani, penyaluran berlangsung sekitar pukul 10.30 WITA di RT 001 dan RT 002 dengan total 2 rit atau 10.000 liter air bersih. Bantuan itu diterima 135 kepala keluarga atau 427 jiwa.

Penyaluran berikutnya dilakukan di Desa Roka, Kecamatan Belo, sekitar pukul 14.10 WITA. Sebanyak 2 rit atau 10.000 liter air bersih diberikan kepada warga di Dusun III, RT 009, RT 011, dan RT 012, dengan jumlah penerima 143 KK atau 436 jiwa.

Di Desa Nata, Kecamatan Palibelo, bantuan serupa disalurkan sekitar pukul 16.10 WITA. Sebanyak 2 rit atau 10.000 liter air bersih dibagikan kepada 147 KK atau 451 jiwa yang terdampak kekeringan.

Total bantuan capai 30.000 liter

Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan pada hari itu mencapai 6 rit atau sekitar 30.000 liter air bersih. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sedikitnya 425 KK atau 1.314 jiwa berdasarkan data penerima dari tiga lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis, mengatakan kekurangan air bersih terjadi akibat musim kemarau dan cuaca panas yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Bima. Ia menyebut BPBD terus memantau wilayah yang mengalami kekeringan dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, serta organisasi perangkat daerah terkait.

“BPBD terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata Abdul Muis.

Penanganan kekeringan dan imbauan warga

Selain air bersih, kebutuhan mendesak yang juga muncul dalam penanganan kekeringan adalah tandon air untuk menampung dan mendistribusikan pasokan bagi masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

BPBD Kabupaten Bima mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, efektif, dan efisien selama musim kemarau. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat atau kesulitan air bersih kepada BPBD Kabupaten Bima, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas setempat.

“Di tengah kondisi kemarau, kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” tegas Abdul Muis.

BPBD juga mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman lain selama musim kemarau, termasuk kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, angin kencang, banjir bandang, serta tanah longsor ketika terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba. Hingga laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Bima pada Sabtu malam pukul 23.30 WITA, tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana yang dilaporkan.

Sumber: RRI.co.id