Esau Hombore Dorong DPD RI Perkuat Keterampilan Kerja OAP Papua Selatan
Ketua DPD Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Selatan, Dr. Esau Hombore, mendorong peningkatan keterampilan Orang Asli Papua (OAP) agar lebih siap…

BMP Papua Selatan Dorong Peningkatan Keterampilan OAP untuk Serap Tenaga Kerja Lokal
Ketua DPD Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Selatan, Dr. Esau Hombore, mendorong peningkatan keterampilan Orang Asli Papua (OAP) agar lebih siap mengambil peluang kerja di daerah sendiri. Menurut dia, langkah ini penting untuk mendukung pembangunan sekaligus memperbesar keterlibatan OAP dalam dunia kerja dan pengelolaan potensi daerah.
Esau menilai, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melalui program magang di perusahaan yang dibarengi dengan peluang penyerapan tenaga kerja. Ia menekankan pemerintah perlu membuka ruang lebih besar agar peserta magang yang sudah memiliki keterampilan dapat diterima bekerja sesuai kemampuan mereka.
Pelatihan Disesuaikan dengan Karakter Masyarakat
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan kemampuan OAP dalam mengoperasikan peralatan kerja, termasuk alat berat dan traktor, melalui pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan karakter masyarakat setempat. Menurutnya, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa dengan metode pembelajaran yang lebih sederhana dan praktik langsung, OAP mampu menguasai keterampilan teknis.
“Orang Papua ketika dia melihat alat berat, traktor, terus kita bilang dia, coba bawa alat. Ternyata bisa. Jadi ketika kita padukan dengan kurikulum yang lebih sederhana, kemudian kita minta mereka untuk melakukan, membawa alat berat, ternyata dia bisa.”ujar Esau dalam obrolan di rri merauke.
Esau menjelaskan, pengembangan keterampilan OAP juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan kultur masyarakat. Pendekatan itu, kata dia, sudah didiskusikan bersama sejumlah tokoh adat dan tokoh agama untuk memperoleh pandangan mengenai kemampuan serta potensi masyarakat.
Target Serapan Tenaga Kerja OAP
Dr. Esau menilai, jika pendekatan tersebut dijalankan secara konsisten, jumlah tenaga kerja OAP yang terserap dalam pekerjaan teknis dapat terus meningkat. Ia mencontohkan, dari kebutuhan sekitar 20 operator alat berat, diharapkan 10 hingga 12 di antaranya berasal dari OAP yang sudah memiliki kompetensi.
“Kalau dari alat berat misalnya 20, kalau bisa kita punya anak-anak asli itu bisa 10, 12. Itu bagian daripada contoh sederhana yang sudah kita coba lakukan.”
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas OAP merupakan bagian penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan Papua Selatan. Karena itu, pemerintah diharapkan mempertimbangkan pendekatan berbasis kultur dalam menyusun kebijakan peningkatan keterampilan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Harmoni Sosial Jadi Perhatian
Selain soal keterampilan kerja, BMP juga mendorong pentingnya harmonisasi kehidupan masyarakat Papua Selatan. Perbedaan suku, bahasa, agama, dan pandangan dinilai perlu dikelola melalui komunikasi serta pendekatan yang membangun agar tetap menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan.
Sumber: RRI.co.id




