Senator Menyapa

Dr. Esau Hombore Dorong Generasi Muda Pahami Pancasila dan Demokrasi

Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Selatan mendorong generasi muda memahami nilai Pancasila sebagai dasar menjaga persatuan dan kehidupan demokrasi…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 7 Oktober 2026 · 1:36 pm
2 menit baca

Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Selatan mendorong generasi muda memahami nilai Pancasila sebagai dasar menjaga persatuan dan kehidupan demokrasi di Indonesia. Ketua DPD BMP Papua Selatan, Dr. Esau Hombore, menilai penguatan nilai kebangsaan penting di tengah perubahan sosial dan masyarakat yang semakin beragam.

Esau mengatakan Pancasila tetap relevan karena mampu menjadi dasar kehidupan berbangsa dalam berbagai situasi. Ia juga menegaskan bahwa demokrasi yang sesuai dengan Indonesia adalah demokrasi Pancasila.

“Pancasila itu sakti karena dia mampu bertahan dalam situasi apa pun. Demokrasi yang cocok dengan kita adalah demokrasi Pancasila itu sendiri, dan terbukti tetap menjaga tatanan kita hari ini.” ujar Esau saat menjadi narasumber program obrolan di RRI Merauke.

Penguatan nilai kebangsaan untuk generasi muda

Ia menjelaskan, nilai Pancasila perlu terus disampaikan kepada generasi muda melalui momentum kebangsaan seperti Sumpah Pemuda dan Hari Kesaktian Pancasila. Menurutnya, generasi muda harus memahami perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai kebangsaan sebagai pijakan.

Dalam kesempatan itu, Esau juga membagikan pengalamannya setelah mengikuti pembelajaran mengenai pemerintahan dan kebijakan publik di Australia. Ia menyoroti penerapan Evidence Based Policy, yakni kebijakan yang disusun dengan mengutamakan data, kajian, dan masukan masyarakat.

“Evidence Based Policy itu artinya mereka sudah punya lembaga yang bisa memberikan masukan langsung kepada pemerintah. Misalnya pelayanan kesehatan kurang maksimal, maka mereka bersama-sama dengan masyarakat merencanakan apa yang akan menjadi kebijakan.”

Masukan untuk kebijakan di Papua Selatan

Menurut Esau, pendekatan berbasis bukti itu dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah di Papua Selatan dalam menyusun kebijakan. Ia menilai kebijakan yang disusun berdasarkan kondisi nyata masyarakat akan lebih tepat sasaran.

Ia juga menekankan pentingnya memasukkan kultur dan budaya masyarakat Papua dalam pendekatan pembangunan. Pemahaman terhadap karakter dan budaya masyarakat, kata dia, dapat membantu meningkatkan harga diri serta martabat OAP di tengah berbagai perubahan.

BMP turut mendorong pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda Papua Selatan. Namun, pembukaan lapangan kerja itu dinilai perlu disesuaikan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan masyarakat, sehingga peluang kerja tidak hanya berorientasi pada kebutuhan tenaga sarjana.

Esau berharap pemerintah mempertimbangkan alternatif peningkatan keterampilan generasi muda, termasuk pelatihan teknis dan program magang. Ia menilai langkah itu dapat memperbesar kesempatan OAP terlibat langsung dalam pembangunan dan mengisi kebutuhan tenaga kerja di Papua Selatan.

Sumber: RRI.co.id