Senator Menyapa

Esau Hombore Dorong BMP Jaga Kedamaian dan Persatuan di Papua Selatan

Ketua DPD Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Selatan, Dr. Esau Hombore, S.STP., M.Si, menegaskan pentingnya menjaga kedamaian dan persatuan di…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 7 Oktober 2026 · 2:45 pm
2 menit baca

Ketua DPD Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Selatan, Dr. Esau Hombore, S.STP., M.Si, menegaskan pentingnya menjaga kedamaian dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Selatan. Menurutnya, situasi aman menjadi modal utama agar pembangunan daerah dapat berjalan dan memberi manfaat langsung bagi warga.

Esau menyampaikan, BMP berkomitmen ikut menjaga agar kondisi daerah tetap aman melalui program kebangsaan, kegiatan sosial, dan dialog dengan berbagai kelompok serta tokoh agama. Ia menekankan bahwa keamanan dan kedamaian merupakan kekuatan penting bagi Papua Selatan.

“Kita terus mendoakan semoga Tuhan menghendaki kita tetap terus aman seperti ini. BMP punya komitmen untuk menjaga agar daerah ini terus aman, sehingga pembangunan bisa dilakukan dan dampaknya bagi masyarakat bisa dirasakan.”ujar Esau saat hadir sebagai narasumber dalam obrolan di rri merauke.

Keberagaman jadi kekuatan

Esau juga memandang keberagaman agama dan keyakinan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat Papua Selatan. Menurut dia, kemajemukan perlu dikelola dengan baik agar menjadi nilai yang memperkuat persatuan dan kehidupan sosial.

Dalam upaya itu, BMP menggelar sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai denominasi agama. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke tokoh agama, pemberian bantuan sembako, serta diskusi mengenai kehidupan kebangsaan dan persatuan.

Dalam forum tersebut, para tokoh agama juga diberi ruang untuk menyampaikan pandangan dan masukan atas program BMP. Masukan itu kemudian dijadikan bahan evaluasi organisasi dalam menjalankan peran sebagai wadah kebangsaan yang mendorong persatuan dan kesatuan masyarakat.

Nilai kebersamaan perlu dijaga

Esau menambahkan, pengalaman hidup dalam lingkungan keluarga yang berbeda keyakinan turut membentuk pemahamannya tentang pentingnya harmonisasi. Pengalaman itu, katanya, memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai nilai kebersamaan seperti satu tungku tiga batu masih relevan untuk menjaga hubungan antarwarga di Papua Selatan. Nilai tersebut diharapkan terus dipelihara agar perbedaan agama maupun latar belakang tidak menjadi penghalang dalam membangun daerah secara bersama-sama.

Sumber: RRI.co.id