Aktivitas DPD

Sultan DPD RI Dorong Pengembangan Kelapa untuk Dongkrak Ekonomi Enggano

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin mendorong pengembangan perkebunan kelapa di Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai salah satu…

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 10 Oktober 2026 · 10:32 am
2 menit baca

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin mendorong pengembangan perkebunan kelapa di Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai salah satu langkah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di pulau terluar Indonesia itu.

Sultan menilai pengembangan kelapa perlu dibuat masif karena komoditas tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat memberi tambahan penghasilan bagi warga. Ia juga menyebut pemanfaatan lahan kosong di berbagai wilayah Bengkulu bisa menjadi ruang untuk perluasan tanaman kelapa.

Fokus pada ekonomi masyarakat Enggano

Menurut Sultan, pengembangan kelapa menjadi perhatian dalam upaya mendukung potensi ekonomi masyarakat Bengkulu, termasuk di Enggano. Ia mengatakan program ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekaligus mengoptimalkan potensi perkebunan daerah.

Sumber video: DPD RI

\n

“Dari dulu saya sudah betul-betul concern untuk menggerakkan ekonomi di Pulau Enggano. Tapi saya ingin program pengembangan petani kelapa itu betul-betul masif,” kata Sultan di Bengkulu, Jumat.

Ia menjelaskan hampir seluruh bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan. Dalam keterangannya, Sultan menyebut sabut, air, batok, daging, pohon, hingga daun kelapa bisa memberi nilai tambah ekonomi.

Data petani dan lokasi masih disiapkan

Sultan menyampaikan program penanaman kelapa di Enggano masih memerlukan kelengkapan data calon petani dan calon lokasi atau CPCL. Data tersebut dibutuhkan agar dukungan yang disiapkan dapat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Ia juga menyebut menteri terkait telah menyatakan kesediaan mendukung pengembangan kelapa sesuai kebutuhan Bengkulu. Meski begitu, kelengkapan data tetap diperlukan agar program bisa ditindaklanjuti.

Sultan mengatakan dirinya akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait untuk mencari dukungan pembangunan Bengkulu, termasuk pengembangan petani kelapa dan infrastruktur di Pulau Enggano.

Program 2026 dan dukungan lapangan

Kementerian Pertanian sebelumnya menyebut pada 2026 akan mulai mengembangkan kawasan perkebunan kelapa seluas 1.500 hektare di Provinsi Bengkulu. Program itu disebut menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi industri kelapa nasional.

Di tingkat daerah, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu masih mengumpulkan dan memverifikasi berkas CPCL. Dinas ini juga bertugas melakukan pendampingan serta monitoring pelaksanaan program di lapangan.

Sumber benih untuk program tersebut berasal dari pohon induk kelapa yang telah memiliki Surat Keputusan Penetapan KSB Pohon Induk Terpilih (PIT) di Pulau Enggano. Jenis benih yang disiapkan adalah kelapa dalam unggul lokal yang tersedia dan dikembangkan di pulau itu.

Sumber: ANTARA