Aktivitas DPD

La Ode Umar Bonte Desak Alat Uji Pati Ubi Kayu Beralih ke Digital

Wakil Ketua Komite II DPD RI La Ode Umar Bonte mendorong pembaruan alat ukur kadar pati dan timbangan ubi kayu di pabrik-pabrik tapioka agar penetapan…

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 12 Oktober 2026 · 7:15 pm
2 menit baca

Wakil Ketua Komite II DPD RI La Ode Umar Bonte mendorong pembaruan alat ukur kadar pati dan timbangan ubi kayu di pabrik-pabrik tapioka agar penetapan harga lebih transparan bagi petani. Ia menilai sistem manual yang masih digunakan berpotensi menyulitkan proses penimbangan dan pengukuran kadar pati yang menjadi dasar harga ubi kayu.

Dalam kunjungan kerja ke salah satu perusahaan tapioka di Lampung, La Ode Umar Bonte mengaku terkejut karena proses pengukuran dan penimbangan masih dilakukan secara manual. Menurut dia, kondisi itu tidak sejalan dengan kebutuhan transparansi di sektor yang kapasitas usahanya cukup besar.

DPD RI Soroti Transparansi Harga Ubi Kayu

La Ode mengatakan pembaruan ke alat digital perlu dilakukan karena harga ubi kayu petani ditentukan dari kadar pati. Ia juga menilai mekanisme yang ada saat ini perlu dievaluasi agar pengukuran benar-benar sesuai dan tidak merugikan petani.

“Pemerintah daerah harus memberi pembanding alat uji pati dan timbangan ubi kayu yang benar, agar ada evaluasi mekanisme selama ini benar atau tidak. Sebab di negara lain seperti Thailand saja sudah menggunakan alat uji dan timbangan digital,” ucap dia.

Ia menambahkan, pengawasan pemerintah terhadap pabrik juga perlu diperkuat supaya peralatan yang digunakan tetap layak dan memadai. Di sisi lain, La Ode menekankan perlunya menjaga keseimbangan agar petani tidak dirugikan, tetapi perusahaan juga tidak mengalami kesulitan.

Kunjungan ke Pabrik Tapioka di Lampung

Kunjungan kerja DPD RI di sejumlah pabrik tapioka di Kabupaten Lampung Utara dan Lampung Tengah itu juga dihadiri anggota DPD RI Komite II Sularso, DPD RI asal Lampung Bustami Zainudin, serta Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Kurniawan Affandi.

La Ode menyebut pihaknya bersyukur dapat melihat langsung kondisi di lapangan, baik dari sisi pabrik maupun petani. Ia menilai temuan tersebut menjadi bahan penting untuk mendorong perbaikan yang lebih transparan.

Sumber: ANTARA