Aktivitas DPD

Irman Gusman Dorong Solok Perkuat Kesiapsiagaan dan Koordinasi Pascabanjir Bandang di Arosuka

Pemulihan rumah warga dan pelayanan publik pascabanjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 18 Oktober 2026 · 7:36 am
2 menit baca

Pemulihan rumah warga dan pelayanan publik pascabanjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Anggota DPD RI Irman Gusman meminta evaluasi mitigasi dan penanganan bencana dilakukan agar kesiapsiagaan serta koordinasi antarlembaga semakin baik.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut sekitar 95 persen rumah warga terdampak telah dibersihkan dari lumpur. Pemerintah daerah juga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan menangani jaringan listrik untuk mendukung pemulihan aktivitas warga.

Pemulihan berlanjut ke rehabilitasi dan rekonstruksi

Banjir bandang berdampak pada permukiman dan kompleks perkantoran pemerintah di kawasan Arosuka. Menurut Jon, bencana terjadi setelah wilayah itu mengalami kemarau hampir tiga bulan, kemudian disusul hujan berintensitas tinggi.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan berbagai unsur terkait telah melakukan penanganan darurat serta membersihkan material banjir. Alat berat, ekskavator, truk, dan sarana operasional lainnya digunakan untuk membantu pekerjaan di kawasan terdampak.

Tahap berikutnya, kata Jon, ialah rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk memperbaiki rumah warga yang rusak, memulihkan kawasan perkantoran, dan mengembalikan fungsi pelayanan publik. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, unsur kebencanaan, relawan, tenaga ahli, dan pihak lain yang membantu penanganan bencana.

Evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan

Irman mengatakan evaluasi perlu mencakup kesiapsiagaan, koordinasi antarlembaga, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. Ia juga menekankan perlunya koordinasi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dalam menghadapi bencana.

“Bencana ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi upaya mitigasi dan penanganan bencana agar ke depan kesiapsiagaan serta koordinasi antar lembaga semakin baik,” kata Irman di Solok, Sabtu.

Berbekal pengalamannya terlibat dalam penanganan sejumlah bencana, termasuk tsunami Aceh, Irman menilai kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, dan ketepatan penyaluran bantuan penting untuk mendukung penanganan yang efektif. Ia juga menyoroti pengelolaan lingkungan dan perhatian terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

Irman mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi ancaman gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir bandang karena kondisi geografisnya di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Kunjungan anggota DPD RI itu menjadi bagian dari komunikasi antara pemerintah daerah, perwakilan daerah di tingkat nasional, dan unsur kebencanaan untuk mendukung pemulihan warga terdampak.

Sumber: ANTARA