Aktivitas DPD

Anggota DPD RI Arianto Kogoya Dorong Respons Pemerintah atas Karhutla Papua Pegunungan

Kabut asap yang menyelimuti Papua Pegunungan menghambat penerbangan dan membatasi jarak pandang.

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 19 Oktober 2026 · 8:08 am
2 menit baca

Kabut asap yang menyelimuti Papua Pegunungan menghambat penerbangan dan membatasi jarak pandang. Anggota Komite III DPD RI Arianto Kogoya meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar dampaknya terhadap kesehatan serta aktivitas warga tidak meluas.

Arianto mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan lembaga pemerintah pusat dan daerah. Ia juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta instansi terkait turun langsung menangani karhutla bersama pemerintah daerah.

Dampak pada penerbangan dan pasokan barang

Menurut Arianto, kabut asap dari wilayah Papua Selatan turut membatasi jarak pandang di sejumlah daerah Papua Pegunungan. Kondisi itu mengganggu jadwal penerbangan dari dan menuju Wamena, termasuk sejumlah penerbangan perintis.

Sumber video: DPD RI

\n

Ia mengingatkan, gangguan transportasi udara berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. Pasalnya, barang-barang yang dipasok ke Wamena didistribusikan melalui jalur udara. Jika keadaan berlarut, perekonomian masyarakat Papua Pegunungan juga dapat terdampak.

Kekeringan dan risiko kesehatan jadi perhatian

Selain kabut asap, wilayah tersebut menghadapi kekeringan. Arianto menyebut sumur warga mengering, sementara lahan perkebunan dan pertanian turut mengalami kondisi kering. Berdasarkan informasi BMKG yang ia sampaikan, musim kemarau di Papua Pegunungan diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober 2026.

Arianto mengkhawatirkan paparan asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ia meminta pemerintah pusat memberi perhatian serius dan lembaga yang menangani bencana mengambil langkah untuk mengatasi karhutla di Papua Pegunungan maupun wilayah lain di Tanah Papua.

Sumber: ANTARA