Aktivitas DPD

Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Unair Aktif Memahami Demokrasi dan Menyuarakan Aspirasi Daerah

Pengembangan sekolah legislatif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi diharapkan memperluas pendidikan politik dan memberi kesempatan…

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 20 Oktober 2026 · 12:29 am
2 menit baca

Pengembangan sekolah legislatif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi diharapkan memperluas pendidikan politik dan memberi kesempatan belajar langsung tentang proses legislasi. Harapan itu disampaikan Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga (Unair) Eko Supeno dalam kegiatan DPD RI Goes to Campus di Surabaya, Kamis.

Program DPD RI tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang demokrasi, lembaga negara, dan peran DPD RI dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi daerah.

Mahasiswa diajak terlibat dalam demokrasi

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengatakan, generasi muda perlu memahami proses politik dan tidak bersikap apatis. Menurut dia, demokrasi dapat tumbuh ketika anak muda optimistis dan memahami ruang-ruang demokrasi.

Lia berharap mahasiswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif menyampaikan masukan kepada DPD RI. Ia menyebut lembaga tersebut berperan sebagai katalisator sekaligus representasi daerah.

Pemahaman terhadap fungsi lembaga negara, lanjut Lia, dapat membantu mahasiswa melihat persoalan politik dan kebijakan secara lebih utuh, bukan hanya dari informasi parsial di media sosial. Kegiatan itu juga menjadi kesempatan bagi DPD RI yang telah berusia 22 tahun untuk lebih dikenal generasi muda.

Literasi politik dan kepemimpinan

Lia turut mengaitkan literasi politik dengan konsep Green Democracy yang diusung Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin. Ia juga menilai prinsip meritokrasi perlu didukung peningkatan keterampilan kepemimpinan agar generasi muda siap menjadi pemimpin, termasuk di lembaga perwakilan.

Eko menilai pertemuan langsung membantu mahasiswa mengenal tugas dan fungsi lembaga negara serta mekanisme penyerapan aspirasi masyarakat. Interaksi semacam itu, katanya, juga dapat mengurangi kesalahpahaman yang berpotensi muncul akibat informasi di media sosial yang tidak tersaring.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat dikembangkan menjadi sekolah legislatif lintas perguruan tinggi, sehingga mahasiswa dapat mempelajari proses legislasi dan perwakilan rakyat secara langsung.

Sumber: ANTARA