Aktivitas DPD

Arianto Kogoya Minta Pemda Papua Pegunungan Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat

Anggota Komite III DPD RI Arianto Kogoya meminta pemerintah daerah di Papua Pegunungan menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 25 Oktober 2026 · 7:08 pm
2 menit baca

Anggota Komite III DPD RI Arianto Kogoya meminta pemerintah daerah di Papua Pegunungan menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Ia mengusulkan setiap bupati di delapan kabupaten menyediakan lahan seluas 6–7 hektare.

Menurut Arianto, sekolah tersebut dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang kesulitan, terutama anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, anak terlantar, dan yatim piatu. Ia menyebut pembangunan serta biaya operasional Sekolah Rakyat akan menggunakan APBN, sementara pemerintah daerah menyiapkan lahan dan anak-anak yang akan bersekolah.

Usulan satu sekolah di setiap kabupaten

Arianto mengatakan Papua Pegunungan memiliki delapan kabupaten dan satu provinsi. Dengan demikian, ia menyebut ada potensi pembangunan sembilan Sekolah Rakyat, masing-masing satu di setiap kabupaten dan satu di tingkat provinsi.

Sumber video: DPD RI

\n

Sekolah-sekolah itu direncanakan menerapkan pola asrama. Arianto berharap pemerintah daerah dan masyarakat mendukung program tersebut untuk membantu anak-anak memperoleh pendidikan yang layak sekaligus mendorong peningkatan sumber daya manusia di Papua Pegunungan.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan, yang menurutnya direncanakan hadir di 500 kota dan kabupaten di Indonesia. Arianto juga menyebut anggaran pembangunan program tersebut telah tersedia di Kementerian Sosial RI.

Dorongan kepada mahasiswa

Dukungan itu disampaikan Arianto setelah bertemu mahasiswa asal Distrik Walma, wilayah Yali Anggruk, Kabupaten Yahukimo, yang sedang menempuh studi di Jayapura, Papua, Jumat (23/10). Ia mendorong mahasiswa untuk tekun belajar, disiplin, dan mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang ditekuni.

Arianto mengatakan akses terhadap fasilitas belajar kini lebih tersedia dibandingkan masa lalu. Ia mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan kerja keras dan mengikuti pendidikan secara sungguh-sungguh.

Sumber: ANTARA