Azhari Cage Hadiri Maulid Nabi dan Muzakarah Ulama Aceh ke-15
Anggota DPD RI Azhari Cage, S.IP. hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Muzakarah Ulama Aceh ke-15 yang berlangsung di Dayah Bustanul…

Anggota DPD RI Azhari Cage, S.IP. hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Muzakarah Ulama Aceh ke-15 yang berlangsung di Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Minggu 27 September 2026. Kehadirannya menambah daftar tokoh yang mengikuti agenda yang mempertemukan ulama, pimpinan dayah, dan masyarakat dalam suasana silaturahmi dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E. atau Dek Fadh, bersama sejumlah ulama kharismatik Aceh, pejabat daerah, dan tokoh masyarakat. Forum ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan ulama, sekaligus membahas persoalan keumatan serta peran dayah dalam membimbing masyarakat.
Apresiasi untuk ulama dan tradisi keilmuan Islam
Dalam sambutannya, Dek Fadh menyampaikan penghormatan kepada para ulama yang terus menjaga tradisi keilmuan Islam dan menjadi rujukan masyarakat. Ia menilai Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peringatan kelahiran Rasulullah, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi antara pemerintah dan ulama agar pembangunan Aceh tetap memperhatikan nilai-nilai agama dan kearifan lokal. Menurutnya, pemerintah Aceh sangat menghormati dan membutuhkan nasihat para ulama.
Syukuri capaian kafilah Aceh di MTQ Nasional
Pada kesempatan itu, Dek Fadh turut menyampaikan rasa syukur atas capaian kafilah Aceh pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Aceh berhasil masuk empat besar dan menempati peringkat keempat, yang disebutnya sebagai prestasi terbaik setelah penantian selama 23 tahun.
“Alhamdulillah, baru saja kita mendapat kabar yang membahagiakan. Kafilah Aceh berhasil masuk empat besar pada MTQ Nasional XXXI di Semarang. Ini tentu menjadi kebanggaan kita semua, dan menjadi prestasi terbaik yang kita raih setelah menunggu selama 23 tahun,” kata Dek Fadh.
Ia menambahkan, capaian itu merupakan hasil kerja keras kafilah, pelatih, official, LPTQ, jajaran Pemerintah Aceh, serta dukungan doa para ulama dan masyarakat. Dek Fadh berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani di Aceh.
“Mudah-mudahan prestasi ini menjadi awal yang baik. Kita ingin pembinaan Al-Qur’an di Aceh semakin kuat, sehingga ke depan semakin banyak anak-anak Aceh yang mampu berprestasi dan sekaligus menjadi generasi yang berakhlak serta mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Pesan persatuan dalam Maulid Nabi
Dalam penutup keterangannya, Dek Fadh mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ia berharap doa para ulama membawa Aceh semakin aman, damai, maju, dan sejahtera.
“Semoga dengan berkah Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa para Ulama, Aceh semakin aman, damai, maju dan sejahtera. Ulama dan Umara harus seiring sejalan dalam membangun, untuk mewujudkan Aceh yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dan semoga kelak kita semua mendapat syafaat Rasulullah SAW,” ujar Dek Fadh.
Sejumlah ulama Aceh yang hadir antara lain Pimpinan Dayah Bustanul Huda Abu H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, Abi H. Muhammad Ja’far atau Abi Lueng Angen, Waled H. Nuruzzahri atau Waled NU, Tgk. H. Baihaqi atau Baba Di Panton, Abah H. Zainuddin atau Abah Di Sarah Teube, Abi H. Muhammad Sufi atau Abi Di Paloh Gadeng, Abi Zainuddin Bayu, Abu H. Yaziz Al-Yusufi atau Abu Yaziz Al-Yusufi Abdya, Ketua MPU Aceh Utara H. Abdul Manan atau Abu Di Blang Jrun, serta Abu di Julok.
Selain Azhari Cage, hadir pula Kepala Pembinaan Mental Sejarah Kodam Iskandar Muda Kolonel Arm Arief Darmawan, S.Sos., M.M., yang mewakili Pangdam IM, Wakil Bupati Aceh Timur Teuku Zainal Abidin, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, S.E., M.M., dan Rektor Universitas Malikussaleh Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng.
Sumber: RRI.co.id




