DPD RI Sebut Kepemimpinan Prabowo Babak Baru Sejarah Indonesia
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai babak baru dalam sejarah kepemimpinan Indonesia.

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai babak baru dalam sejarah kepemimpinan Indonesia. Pandangan itu ia sampaikan dalam pidato pengantar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Najamudin mengatakan, setiap pemimpin memiliki peran sejarahnya masing-masing, dengan benang merah yang selalu hadir berupa daerah yang semakin kuat dan Indonesia yang semakin berdaulat. Menurut dia, babak baru itu kini berada pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga mengapresiasi kekompakan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menegakkan martabat bangsa. Selain itu, Najamudin menilai berbagai langkah yang berorientasi pada kemandirian ekonomi nasional menjadi penting di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik dunia.
DPD RI Soroti Transformasi Ekonomi
Najamudin menyebut Presiden Prabowo telah mengambil langkah strategis untuk mengembalikan penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia menggambarkan transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging.
Menurut dia, mencabut duri dalam daging memang tidak nyaman karena menimbulkan rasa perih dan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu masih tertancap, luka tidak akan pernah benar-benar sembuh.
“Duri itu adalah ketergantungan pada impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, inefisiensi, dan berbagai hambatan yang menggerus daya saing nasional,” ucapnya.
Najamudin juga menyinggung transformasi ekonomi di era pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut dia, transformasi tersebut menuntut keberanian mengambil keputusan yang tidak mudah demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, maju, dan berdaya saing.
Kebijakan Dinilai Saling Terkait
Dalam pandangan DPD RI, kebijakan seperti Danantara, kebijakan ekspor satu pintu, swasembada pangan dan energi, sekolah rakyat, makan bergizi gratis, Koperasi Desa, Koperasi Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih merupakan sistem kebijakan yang terintegrasi dan saling terkait.
“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 2 tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan,” kata Najamudin.
Ia juga menyoroti kemandirian energi yang mulai menampakkan titik terang. Menurut dia, keberpihakan nyata pada petani, peternak, nelayan, buruh, dan UMKM menjadi motor penggerak.
“Ekonomi nasional tetap tumbuh konsisten di atas 5 persen, inflasi yang terkendali, tax ratio yang meningkat serta usaha menurunkan kemiskinan dan kesejahteraan terus diupayakan,” ungkap Najamudin.
Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD
Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. Salah satu agendanya adalah pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah. Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Sidang Tahunan MPR RI tahun ini dihadiri oleh Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, dan Wakil Presiden Ke-13 KH Ma’ruf Amin, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hadir pula jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah pimpinan partai politik.
Sumber: ANTARA



