Aktivitas DPD

DPD RI Sebut Kepemimpinan Presiden Prabowo Babak Baru Sejarah Indonesia

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai babak baru sejarah kepemimpinan Indonesia.

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 1 September 2026 · 1:03 pm
3 menit baca

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai babak baru sejarah kepemimpinan Indonesia. Hal itu disampaikan dalam pidato pengantar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.

Najamudin mengatakan setiap pemimpin telah menandai peran sejarahnya, dengan satu benang merah yang selalu hadir, yakni daerah yang semakin kuat dan Indonesia yang semakin berdaulat. Menurut dia, babak baru sejarah itu kini sampai pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga mengapresiasi kekompakan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menegakkan martabat bangsa. Selain itu, Najamudin menilai berbagai langkah yang berorientasi pada kemandirian ekonomi nasional sangat penting di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik dunia.

DPD RI Soroti Transformasi Ekonomi

Dalam pandangannya, Presiden Prabowo telah mengambil langkah strategis untuk mengembalikan penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia menyebut transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging.

Najamudin menjelaskan, proses itu memang tidak nyaman, terasa perih, bahkan bisa menimbulkan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu masih tertancap, luka tidak akan benar-benar sembuh.

Ia mengatakan duri itu merupakan ketergantungan pada impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, inefisiensi, dan berbagai hambatan yang menggerus daya saing nasional. Dalam pidatonya, Najamudin juga menyinggung transformasi ekonomi di era pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kebijakan yang Dinilai Saling Terhubung

Menurut Najamudin, transformasi ekonomi menuntut keberanian mengambil keputusan yang tidak mudah demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, maju, dan berdaya saing. Dalam pandangan DPD RI, kebijakan seperti Danantara, kebijakan ekspor satu pintu, swasembada pangan dan energi, sekolah rakyat, makan bergizi gratis, Koperasi Desa, Koperasi Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih merupakan sistem kebijakan yang terintegrasi dan saling terkait.

Ia mengatakan, dalam waktu kurang dari 2 tahun, swasembada pangan yang lama menjadi mimpi kini menjadi kenyataan. Najamudin juga menyoroti kemandirian energi yang mulai menampakkan titik terang serta keberpihakan pada petani, peternak, nelayan, buruh, dan UMKM sebagai motor penggerak.

Najamudin menyampaikan ekonomi nasional tetap tumbuh konsisten di atas 5 persen, inflasi terkendali, tax ratio meningkat, dan upaya menurunkan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan terus dilakukan.

Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI

Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. Salah satu agendanya adalah pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah. Sidang tahunan ini menjadi agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Sidang Tahunan MPR RI tahun ini dihadiri oleh Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, Wakil Presiden Ke-13 KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah pimpinan partai politik.

Sumber: ANTARA