Aktivitas DPD

Filep Wamafma Minta Audit PI 10 Persen Tangguh demi Keadilan Papua Barat

Senator DPD RI asal Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, meminta Pemerintah Pusat segera membuka dan mengaudit secara menyeluruh persoalan Participating…

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 6 September 2026 · 2:55 pm
2 menit baca

Senator DPD RI asal Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, meminta Pemerintah Pusat segera membuka dan mengaudit secara menyeluruh persoalan Participating Interest (PI) 10 persen pada proyek LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menurut Filep, persoalan PI 10 persen tidak semata menyangkut hubungan teknis antara pemerintah daerah dan operator migas. Ia menilai isu tersebut juga berkaitan dengan keadilan ekonomi, kepastian hukum, hak daerah penghasil, dan masa depan masyarakat Papua Barat.

Pertanyaan atas penawaran PI 10 persen

Filep menegaskan perlu ada pengecekan apakah dalam perpanjangan Kontrak Kerja Sama atau Production Sharing Contract (PSC) Tangguh hingga 2055 telah dilakukan penawaran PI 10 persen kepada BUMD Papua Barat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurut dia, hal itu penting untuk menjaga kepatuhan regulasi.

“Perlu ada pengecekan soal apakah dalam perpanjangan Kontrak Kerja Sama (red, Production Sharing Contract/PSC) Tangguh sampai 2055 telah dilakukan penawaran PI 10 persen kepada BUMD Papua Barat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan? Hal ini penting untuk menjaga kepatuhan regulasi,” tegas Filep dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Ia juga menyebut PSC Tangguh yang telah diperpanjang sampai 2055 menjadi momentum untuk meninjau kembali aspek hukum dan ekonomi proyek tersebut. Dalam penjelasannya, Filep merujuk pada Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10% pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

Dasar regulasi dan potensi ekonomi

Filep mengutip Pasal 18 yang mengatur BUMD yang belum memperoleh penawaran PI 10 persen serta mekanisme penawaran pada saat perpanjangan Kontrak Kerja Sama. Ia menilai, Tangguh merupakan proyek migas besar yang memiliki posisi strategis bagi perekonomian nasional.

Setelah Train 3 beroperasi, kapasitas produksi Tangguh disebut mencapai sekitar 11,4 juta ton LNG per tahun. Dengan skala produksi itu, Filep menilai potensi ekonomi dari PI 10 persen sangat besar.

“Kalau kita menggunakan kapasitas produksi sebagai ilustrasi, nilai ekonomi ekuivalen 10 persen produksi Tangguh dapat mencapai ratusan juta dolar AS per tahun, tergantung harga LNG dan struktur keekonomian PSC. Tetapi saya tegaskan, angka tersebut belum bisa disebut sebagai kerugian daerah sebelum diaudit berdasarkan data lifting, harga, biaya produksi, pajak, government take dan seluruh parameter PSC,” katanya.

Sumber: JPNN.com