GKR Hemas dorong kolaborasi petani NTT lewat program ketahanan pangan DPD RI
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mencanangkan program nasional Senator Peduli Ketahanan Pangan di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang…

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mencanangkan program nasional Senator Peduli Ketahanan Pangan di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program itu diarahkan pada jagung yang disebut sebagai komoditas unggulan daerah NTT. DPD RI menyatakan inisiatif tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Penanaman simbolis di Kupang
Pencanangan program ditandai dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, Bupati Kupang Yosef Lede, tokoh masyarakat, dan kelompok tani.
\nGKR Hemas mengatakan DPD RI hadir untuk memperkuat program pemerintah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, petani lokal, dan mitra strategis. Menurut dia, kerja sama itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat kemandirian pangan di NTT.
Aspirasi daerah disampaikan ke pemerintah
Ia menegaskan DPD RI menjalankan peran sebagai perpanjangan tangan masyarakat. “Karena kami ini perpanjangan tangan dari masyarakat. Jadi semua aspirasi itu akan kami sampaikan kepada pemerintah. Kita pastikan kepentingan rakyat harus berjalan dengan baik,” tambahnya.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik pencanangan program nasional itu di wilayahnya. Ia menyebut ketahanan pangan menjadi isu yang relevan saat ini, dan penanaman jagung tersebut merupakan simbol kebangkitan swasembada pangan di NTT.
Harapan agar jagung diolah sebelum dijual
Melki juga mengingatkan petani agar tidak lagi menjual jagung dalam bentuk mentah ke luar daerah. Ia berharap komoditas itu diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan agar petani memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Sumber: ANTARA



