Hartono DPD RI Minta Investigasi Menyeluruh Dugaan Keracunan MBG Sorong
Anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, H. Hartono, meminta kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah pelajar di Kota…

Anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, H. Hartono, meminta kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah pelajar di Kota Sorong diusut secara menyeluruh. Ia menilai penelusuran tidak cukup hanya berhenti pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga harus mencakup sanitasi, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
Hartono Minta Investigasi Menyeluruh
Hartono menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan meminta seluruh pihak terkait, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Sorong hingga Satgas MBG Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya, ikut menelusuri rangkaian penyelenggaraan program itu. Menurut dia, langkah tersebut penting agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini kami juga meminta kepada semua pihak yang terkait, Dinas Kesehatan Kota Sorong, kemudian Satgas MBG di Kota Sorong maupun Provinsi Papua Barat Daya untuk melakukan investigasi secara menyeluruh,” kata Hartono saat dikonfirmasi Sabtu 19 September 2026.
Ia menekankan bahwa pemeriksaan harus menjangkau seluruh aspek yang berkaitan dengan keamanan pangan. “Baik itu sanitasinya, baik itu apa, penyimpanan, baik itu distribusi, terutama ya distribusi makanan, sehingga ini mudah-mudahan menjadi kasus terakhir,” ujarnya.
Program Baik, Pelaksanaan Harus Aman
Menurut Hartono, program MBG merupakan program yang baik, tetapi pelaksanaannya wajib memperhatikan standar keamanan pangan. Ia mengingatkan bahwa jika dijalankan tanpa cara yang tepat, kasus serupa justru bisa terus muncul.
“Makanan Bergizi Gratis ini program bagus. Kalau tidak dilaksanakan cara-cara yang baik, nanti justru kasus-kasus yang seperti keracunan ini akan terus hadir,” katanya.
Hartono juga meminta agar pihak yang terbukti bersalah ditindak berdasarkan hasil investigasi dan dilakukan secara transparan. “Diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kota Sorong bisa melakukan investigasi menyeluruh dan tuntas. Kemudian bagi pihak-pihak yang memang bersalah, Satgas juga harus menindak secara adil dan transparan,” tegas Hartono.
Tunggu Hasil Pemeriksaan
Terkait kemungkinan penghentian atau penutupan penyelenggaraan MBG dalam waktu yang cukup lama, Hartono mengatakan keputusan itu perlu menunggu hasil pemeriksaan. Ia mengaku belum turun langsung ke lapangan dan belum menerima informasi langsung dari pihak yang melakukan investigasi.
“Ya karena pertama kita belum tahu apa namanya… saya sendiri belum belum terjun ke lapangan, juga belum mendengar langsung dari pihak-pihak yang melakukan investigasi,” ujarnya.
Meski begitu, ia berharap ada sanksi tegas apabila hasil investigasi membuktikan makanan yang disediakan penyelenggara MBG menjadi penyebab keracunan. “Tapi diharapkan ada sanksi yang tegas terhadap penyelenggara MBG ini kalau misalnya terbukti apa namanya, makanan yang dihidangkan memang mengakibatkan keracunan,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 19 pelajar di Kota Sorong dilarikan ke RSUD Sele Be Solu Sorong setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program MBG. Dari jumlah tersebut, 15 pelajar masih menjalani perawatan pada Jumat sore 18 September 2026, sementara kondisi lainnya dilaporkan membaik.
Sumber: RRI.co.id




