Senator Menyapa

Irman Gusman Buka Jejaring Nasional untuk Dukung Pembangunan Padang Panjang

Anggota DPD RI Irman Gusman menilai perantau menjadi salah satu kekuatan utama yang bisa digerakkan untuk membantu pembangunan Kota Padang Panjang…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 4 September 2026 · 8:08 am
2 menit baca

Anggota DPD RI Irman Gusman menilai perantau menjadi salah satu kekuatan utama yang bisa digerakkan untuk membantu pembangunan Kota Padang Panjang, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Pandangan itu ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Kamis 3 September 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra dan Pj. Sekdako Kuartini Deti Putri.

Perantau dinilai jadi modal penting

Irman mengatakan kemampuan fiskal tiap daerah tidak sama. Dengan adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), pemerintah daerah disebut tidak bisa sepenuhnya bergantung pada APBD untuk membiayai program pembangunan.

Ia menilai kondisi itu menuntut pemerintah daerah mengoptimalkan potensi yang ada, termasuk memperkuat peran perantau.

“Kekuatan Sumatera Barat adalah perantau. Kekuatan perantau harus diperkuat. Kita majukan Padang Panjang dan Sumbar,” ujarnya.

Irman juga menyebut perantau asal Padang Panjang memiliki kepedulian, jejaring, dan kemampuan yang dapat dikolaborasikan untuk mendukung pembangunan daerah. Menurut dia, potensi itu juga penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan upaya pengentasan kemiskinan di Sumatera Barat.

Siap buka akses dan jejaring nasional

Dalam pertemuan itu, Irman menyatakan siap membantu membuka akses serta memanfaatkan jejaring nasional yang dimilikinya untuk kepentingan pembangunan Padang Panjang. Ia juga mempersilakan fasilitas kantornya di Jakarta dan Padang dimanfaatkan pemerintah daerah sesuai kebutuhan.

“Kalau ada yang bisa kami bantu, kita bantu. Jejaring yang kami punya di tingkat nasional juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Padang Panjang,” katanya.

Selain soal pembangunan, Irman menekankan pentingnya perubahan orientasi pelayanan pemerintah. Ia menilai pemerintah harus terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia mengibaratkannya seperti pelayanan di rumah makan Padang, di mana pelanggan memiliki ruang untuk menyampaikan ketidakpuasan. “Kalau ada yang tidak puas, sampaikan. Pemerintah juga harus seperti itu, terbuka menerima kritik dan masukan masyarakat,” ujarnya.

Wakil wali kota sampaikan kebutuhan daerah

Wakil Wali Kota Allex Saputra mengapresiasi kunjungan Irman Gusman. Menurut dia, kehadiran anggota DPD RI itu memberi semangat sekaligus membuka peluang dukungan untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Padang Panjang.

Allex menyampaikan sejumlah kebutuhan daerah yang memerlukan dukungan pemerintah pusat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Hal itu berkaitan dengan berkurangnya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berdampak pada pelaksanaan sejumlah program di daerah.

Ia juga memaparkan persoalan penanganan dampak bencana Sumatera Barat 2025 yang diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp400 miliar dan membutuhkan penanganan lintas sektor.

Menurut Allex, sejumlah penanganan yang telah direncanakan hingga 2028 masih memerlukan waktu panjang. Karena itu, ia menilai perlu ada alternatif dan dukungan untuk mempercepat penyelesaian persoalan pascabencana.

“Untuk pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, kami membutuhkan support untuk menyelesaikan persoalan-persoalan teknis yang ada,” katanya.

Sumber: RRI.co.id