Aktivitas DPD

Irman Gusman Dorong Evaluasi Mitigasi Banjir Bandang di Kabupaten Solok

Anggota DPD RI Irman Gusman meminta Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengevaluasi mitigasi bencana setelah banjir bandang melanda Arosuka.

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 11 Oktober 2026 · 2:49 am
2 menit baca

Anggota DPD RI Irman Gusman meminta Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengevaluasi mitigasi bencana setelah banjir bandang melanda Arosuka. Menurutnya, langkah itu penting agar kesiapsiagaan meningkat dan risiko bencana serupa dapat ditekan di masa mendatang.

Irman menilai peristiwa tersebut perlu dijadikan momentum untuk memperbaiki penanganan bencana, termasuk koordinasi antarlembaga dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Ia juga menekankan perlunya kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

Mitigasi dan koordinasi dinilai perlu diperkuat

“Bencana ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi upaya mitigasi dan penanganan bencana agar ke depan kesiapsiagaan serta koordinasi antar lembaga semakin baik,” kata Irman di Solok, Sabtu.

Sumber video: DPD RI

\n

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki kerawanan bencana karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Karena itu, ancaman gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir bandang menurut dia memerlukan sistem mitigasi serta penanganan yang terencana.

Berdasarkan pengalamannya dalam penanganan sejumlah bencana di Indonesia, termasuk tsunami Aceh, Irman menilai kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi unsur penting dalam penanganan bencana. Ia juga menyoroti pengelolaan lingkungan dan perhatian terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

Penanganan darurat dan pemulihan di Arosuka

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan banjir bandang di kawasan Arosuka berdampak pada permukiman warga dan kompleks perkantoran pemerintah. Bencana tersebut terjadi setelah wilayah itu mengalami musim kemarau hampir tiga bulan, lalu disusul hujan berintensitas tinggi.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan unsur terkait telah melakukan penanganan darurat serta pembersihan material banjir. Dukungan alat berat, ekskavator, truk, dan sarana operasional lainnya disebut membantu mempercepat penanganan kawasan terdampak.

Jon menyebut sekitar 95 persen rumah warga terdampak sudah dibersihkan dari lumpur. Pemerintah daerah juga menangani kebutuhan dasar masyarakat dan jaringan listrik untuk mendukung pemulihan aktivitas warga.

Tahap berikutnya, kata dia, adalah rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama untuk rumah warga yang rusak, pemulihan kawasan perkantoran, serta pengembalian fungsi pelayanan publik agar kembali optimal.

Ia menambahkan, dukungan lintas sektor masih diperlukan agar pemulihan pascabencana dapat berjalan terencana dan berkelanjutan. Kunjungan anggota DPD RI itu disebut menjadi bagian dari penguatan komunikasi antara pemerintah daerah, perwakilan daerah di tingkat nasional, dan unsur kebencanaan dalam mendukung pemulihan warga terdampak banjir bandang di Arosuka.

Sumber: ANTARA