Senator Menyapa

Jaya Negara Ngayah Nyangging di Metatah Massal Desa Adat Panjer

Anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra hadir dalam Upacara Metatah (Mesangih) Massal yang digelar Desa Adat Panjer, Denpasar, Sabtu 29 Agustus 2026.

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 31 Agustus 2026 · 7:24 am
2 menit baca

DPD RI Hadiri Metatah Massal di Desa Adat Panjer

Anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra hadir dalam Upacara Metatah (Mesangih) Massal yang digelar Desa Adat Panjer, Denpasar, Sabtu 29 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Atma Wedana (Nyekah Kurung Nyatur Muka) itu diikuti 266 peserta.

Metatah massal berlangsung di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer. Selain IB Rai Dharmawijaya Mantra, acara tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta sejumlah tokoh masyarakat Kota Denpasar.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Jero Bendesa Adat Panjer dan jajaran krama yang melaksanakan karya secara gotong royong. Ia menilai, pelaksanaan upacara massal itu menjadi wujud kebersamaan sekaligus kolaborasi antara pemerintah dan desa adat dalam membantu masyarakat menjalankan kewajiban keagamaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami mengucapkan terima kasih kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran yang telah melaksanakan karya ini. Ini merupakan wujud dharma, termasuk dharmaning negara, melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Desa Adat Panjer,” ujar Jaya Negara.

Ia juga menyebut, pelaksanaan upacara secara massal menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah dengan desa adat untuk meringankan beban masyarakat dalam menjalankan swadharma keagamaan. Pemkot Denpasar memberikan dukungan dana sebesar Rp1 miliar untuk membantu pelaksanaan karya tersebut, sementara kebutuhan lainnya dipenuhi melalui semangat gotong royong.

“Walaupun bantuan ini tidak maksimal, kami memberikan dukungan sebesar Rp1 miliar, sementara kekurangannya dilaksanakan secara gotong royong. Saya kira tidak ada masyarakat yang mengeluarkan biaya. Mudah-mudahan pola seperti ini bisa kita bangun, tidak hanya di bidang spiritual dan mental, tetapi juga dalam berbagai bidang lainnya, sehingga harmonisasi dapat kita bangun di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Menurut Jaya Negara, semangat gotong royong dan kebersamaan itu penting untuk terus dikembangkan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Sumber: RRI.co.id