Berita Utama

Ketua DPD RI Buka BLiSPI Youth Cup V untuk Jaring Talenta Sepak Bola Muda Daerah

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin membuka BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI di Lapangan Bola Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa…

Oleh Redaksi KabarDPD · 26 Oktober 2026 · 8:11 am
3 menit baca

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin membuka BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI di Lapangan Bola Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026). Turnamen tingkat nasional itu diikuti 74 tim, dengan total 2.150 atlet muda serta 560 pelatih dan ofisial.

Kompetisi tersebut menjadi wadah untuk menjaring dan mengembangkan talenta sepak bola muda dari berbagai daerah. Sultan mengatakan, potensi anak-anak daerah perlu didukung sarana dan kompetisi yang terstruktur agar dapat berkembang.

Menjaring Bakat dari Daerah

Sultan mengatakan keterlibatannya bersama Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) bertujuan mendorong munculnya talenta sepak bola dari seluruh Indonesia.

“Makanya pada saat saya ketemu beberapa tahun yang lalu dengan BLiSPI, saya sampaikan saya ingin terlibat aktif bagaimana memunculkan permata-permata dari daerah-daerah dari seluruh Indonesia. Kita angkat ke permukaan sehingga semua anak-anak daerah, semua yang punya bakat, semua yang punya minat terkait dengan sepakbola kita siapkan sarananya, kita siapkan liganya, dan ini adalah awal yang baik untuk semua anak-anak daerah di Indonesia,” ujar Sultan.

Ia menegaskan, bakat saja tidak cukup tanpa pembinaan, pendampingan, kompetisi, dan apresiasi. Melalui Piala DPD RI bersama BLiSPI, ia berharap potensi yang selama ini terpendam dapat diasah dan berkembang.

“Adik-adikku semua, bakat saja tidak cukup. Saya tahu begitu banyak bakat yang terpendam. Nah, melalui Piala DPD RI dengan BLiSPI ini, harapan kita bakat-bakat terpendam atau mutiara-mutiara terpendam betul-betul kita asah. Bakat saja tidak cukup, tapi kalau bakat kita siapkan sarananya, kita bina, kita dampingi, kita siapkan liga kompetisi, kita siapkan apresiasi, itulah cara kita agar membuat tadi permata-permata yang di daerah atau potensi-potensi di daerah itu betul-betul muncul,” katanya.

Sultan menyatakan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut bukan untuk kepentingan politik pribadi maupun kelompok, melainkan karena kecintaannya pada sepak bola. Ia juga mengumumkan akan memberikan bonus khusus bagi juara pertama, kedua, dan ketiga, serta peraih gelar top skor dan pemain terbaik, di luar hadiah dari panitia.

“Saya sebagai Ketua DPD, bukan membuat acara seperti ini untuk kepentingan politik, karena saya memang hobi bola,” tuturnya.

Jalur Pembinaan Menuju Timnas

Ketua Umum BLiSPI Subagja Suihan mengatakan turnamen ini menjadi sarana untuk mengumpulkan data pemain berbakat yang nantinya disampaikan kepada tim kepelatihan nasional.

“Artinya bahwa BLiSPI mempunyai data pemain untuk disampaikan pelatih Timnas Indonesia,” kata Subagja.

Ia menyebut BLiSPI telah berkontribusi melahirkan sejumlah pemain sepak bola Tanah Air. Pada masa kerja sama dengan Kemenpora pada 2013 hingga 2019, sejumlah pemain yang dibina antara lain Bagas, Bagus, Ernando Ari, dan David Maulana. Subagja juga menyebut Egy Maulana Vikri sebagai pemain binaan BLiSPI.

“Masa keemasan BLiSPI saat bekerja sama dengan Kemenpora, mulai tahun 2013 sampai 2019 banyak melahirkan pemain-pemain. Di antaranya, Bagas, Bagus, Ernando Ari, David Maulana, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir, Egy Maulana Vikri adalah murni binaan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia,” jelasnya.

Peserta Antusias Bertanding

Pembukaan turnamen turut dihadiri mantan pelatih Timnas Indonesia Coach Shin Tae-yong, perwakilan Duta Besar Belarusia dan Vietnam, jajaran pimpinan DPD RI, serta jajaran Forkopimda. Kehadiran Sultan dan Shin Tae-yong menambah semangat para peserta.

Owen, pemain dari tim perwakilan Kabupaten Bekasi, mengaku senang dapat bertanding dan melihat Shin Tae-yong hadir di lokasi. “Wah senang banget itu! Ada Shin Tae-yong gitu, bisa talent scouting,” ujarnya.

Rekan Owen, Rais dan Lintang, mengatakan tim mereka telah melalui seleksi selama beberapa bulan. Dari lebih dari 50 pemain, hanya 20 yang terpilih, dengan jadwal latihan tiga hingga empat kali seminggu.

“Ada (seleksi) udah beberapa bulan lalu. Dari 50 orang lebih disaring cuma 20 orang. Latihan 3 sampai 4 kali seminggu,” ujar Rais.

Lintang mengatakan timnya menargetkan penampilan maksimal, meraih pengalaman di tingkat nasional, dan membawa nama baik daerah. “Semoga bisa juaralah, nambah pengalaman yang paling penting, bawa nama baiklah,” katanya.

Sumber: detikcom