Nyanyang Haris Pratamura Dorong DPD HKTI Kepri Bangun Basis Data Petani
DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepulauan Riau menargetkan pendataan 13.000 hingga 15.000 petani di seluruh wilayah provinsi itu.

HKTI Kepri Targetkan Pendataan 13.000 hingga 15.000 Petani
DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepulauan Riau menargetkan pendataan 13.000 hingga 15.000 petani di seluruh wilayah provinsi itu. Ketua DPD HKTI Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan data tersebut akan menjadi basis untuk memetakan produksi pangan dan kebutuhan petani.
Nyanyang meminta seluruh pengurus DPC HKTI di kabupaten dan kota segera merapikan data kelompok tani dan kelompok ternak. Data itu nantinya akan digabungkan ke dalam basis data tingkat provinsi.
Data Petani Dinilai Penting untuk Pemetaan Produksi
Menurut Nyanyang, keberadaan basis data petani tidak semata-mata untuk kepentingan administrasi organisasi. Data yang akurat dibutuhkan untuk mengetahui jumlah petani, komoditas yang dihasilkan, kapasitas produksi, dan potensi masing-masing daerah.
“Data ini penting agar produksi petani dapat dipetakan dan dihubungkan dengan program pemerintah,” ujar Nyanyang saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Aston Batam, Senin (31/8/2026).
Ia menyebut data tersebut kelak dapat dihubungkan dengan sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
Pengurus Diminta Turun Langsung Temui Petani
Nyanyang juga meminta pengurus HKTI tidak hanya mengandalkan pendataan dari balik meja. Pengurus DPC bersama bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) diminta turun langsung menemui petani untuk mengetahui persoalan yang mereka hadapi.
Persoalan yang disebutkan meliputi akses permodalan, ketersediaan bibit dan pupuk, pemasaran, hingga pengolahan hasil pertanian. Menurut Nyanyang, pemetaan melalui data akan membantu organisasi dan pemerintah menentukan intervensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani.
Setiap Daerah Punya Potensi Berbeda
Nyanyang menilai setiap wilayah di Kepri memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, data produksi dan komoditas di masing-masing daerah dinilai perlu agar pengembangan sektor pertanian bisa disusun sesuai keunggulan wilayah.
Rakerda I DPD HKTI Kepri diikuti jajaran pengurus DPD serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC HKTI dari kabupaten dan kota se-Kepri. Pendataan petani menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam forum tersebut.
Sumber: RRI.co.id




