Aktivitas DPD

Sasaran Karya Bakti di Bengkulu Meluas Menjadi 721 Titik lewat Kolaborasi DPD RI

Program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Provinsi Bengkulu diperluas dari 62 menjadi 721 titik setelah survei dan pemetaan kebutuhan masyarakat.

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 18 Oktober 2026 · 3:45 pm
2 menit baca

Program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Provinsi Bengkulu diperluas dari 62 menjadi 721 titik setelah survei dan pemetaan kebutuhan masyarakat. DPD RI turut mematangkan kolaborasi program tersebut bersama Kopassus dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Dalam pelaksanaannya, KBSB menargetkan pembangunan fisik di 614 titik selama 60 hari kerja. Program ini juga dirancang menjangkau 1.459 penerima manfaat lewat layanan sosial dan kesehatan serta penanaman 18.000 pohon.

Fokus pada infrastruktur dan layanan masyarakat

Pekerjaan fisik mencakup pembangunan maupun rehabilitasi jembatan, rumah tidak layak huni, jaringan irigasi, akses jalan, dan sarana air bersih berupa sumur bor serta pipanisasi. Program juga meliputi pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK), perbaikan fasilitas ibadah, panti asuhan dan sekolah, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Sumber video: DPD RI

\n

Untuk penerima manfaat, kegiatan yang disiapkan antara lain operasi katarak gratis, penanganan bibir sumbing, khitanan massal, donor darah, pelayanan akta kelahiran, nikah massal, dan pembagian kacamata gratis. KBSB turut mencakup kegiatan peduli lingkungan melalui penanaman 18.000 pohon.

Kolaborasi lintas pihak

Staf Khusus Ketua DPD RI Brigjen Pol Esmed Eryadi mengatakan cakupan program diperluas berdasarkan hasil survei dan pemetaan kebutuhan warga di sejumlah wilayah. Menurut dia, besarnya pekerjaan yang direncanakan membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit sehingga pemerintah daerah diharapkan memberi dukungan penuh.

Esmed menyebut kolaborasi tersebut berawal dari pertemuan sejumlah tokoh asal Bengkulu di Jakarta. Pertemuan itu melibatkan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, serta anggota DPD RI asal Bengkulu.

“Tiga putra asli Bengkulu bersinergi memberi kontribusi nyata untuk Provinsi Bengkulu dan ini adalah investasi besar,” kata Esmed.

KBSB dibuka oleh Wakil Panglima Kopassus Mayor Jenderal TNI Ferdial Lubis. Ia berharap lebih banyak pihak ikut berkontribusi untuk mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Sumber: ANTARA