Aktivitas DPD

Setjen DPD RI Tekankan Kesehatan Pegawai sebagai Investasi Institusi

Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) menempatkan kesehatan pegawai sebagai bagian penting dari investasi…

Oleh Redaksi Aktivitas DPD · 3 September 2026 · 5:33 am
3 menit baca

Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) menempatkan kesehatan pegawai sebagai bagian penting dari investasi institusi untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkinerja optimal. Komitmen itu diwujudkan melalui Health Talk & Sharing Session bertema Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat di Lobi Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (2/9).

Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Depok, Gerry Permadi, sebagai narasumber. Dalam forum itu, Setjen DPD RI menekankan pentingnya pendekatan preventif dengan meningkatkan kesadaran pegawai terhadap faktor risiko kesehatan, termasuk obesitas dan fatty liver.

Setjen DPD RI dorong pencegahan sejak dini

Sekretaris Jenderal DPD RI M. Iqbal menegaskan bahwa kesehatan pegawai tidak dapat dipisahkan dari kekuatan dan produktivitas organisasi. Karena itu, Setjen DPD RI mendorong langkah yang lebih preventif agar pegawai lebih sadar terhadap kondisi tubuh dan risiko kesehatan yang mungkin muncul.

Iqbal mengatakan kesehatan pegawai merupakan bagian dari investasi institusi. Ia juga meminta setiap unit kerja melakukan pendataan bagi pegawai yang masuk kategori obesitas untuk diberikan arahan dan didorong mengikuti kegiatan olahraga.

Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya Setjen DPD RI membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja. Pendekatan ini tidak berhenti pada edukasi, tetapi diarahkan menjadi langkah nyata agar pegawai terbiasa melakukan perubahan gaya hidup sebelum muncul persoalan kesehatan yang lebih serius.

Fatty liver dan faktor risiko metabolik

Dalam paparannya, Gerry Permadi menjelaskan bahwa fatty liver berkaitan dengan penumpukan lemak pada liver dan memiliki hubungan erat dengan obesitas serta gangguan metabolik. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena pada tahap awal kerap tidak menunjukkan gejala yang berarti.

Gerry mengatakan, fatty liver tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga dengan aktivitas fisik. Menurut dia, menjaga berat badan, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari alkohol merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan liver.

Edukasi tersebut memperkuat langkah Setjen DPD RI dalam membangun kesadaran kesehatan sebagai bagian dari kesejahteraan pegawai. Melalui forum interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta perubahan pola hidup yang dapat dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Deteksi dini dan pola hidup sehat

Kepala Klinik Pratama DPD RI Emirianti mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memperluas akses terhadap edukasi kesehatan sekaligus memperkuat upaya pencegahan. Ia menilai persoalan kesehatan metabolik kerap luput dari perhatian karena gejalanya yang minim pada tahap awal.

Emirianti menekankan pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologis seperti USG dan Fibroscan, serta pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi pasien. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan metabolik perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Ia juga menjelaskan bahwa pengendalian berat badan, penerapan pola makan sehat, dan aktivitas fisik rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan liver. Penurunan berat badan yang ideal, kata dia, dapat membantu memperbaiki berbagai faktor risiko metabolik yang berkaitan dengan kesehatan liver.

Kaitan fatty liver dan diabetes

Dalam sesi tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara fatty liver dan diabetes yang dapat saling memperberat kondisi metabolik. Gerry menekankan bahwa risiko tersebut dapat dicegah dan dikendalikan melalui deteksi dini serta perbaikan pola hidup yang dilakukan secara konsisten.

Ia mengingatkan bahwa pencegahan merupakan langkah penting. Gerry menyampaikan, masyarakat tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai menjaga kesehatan.

Sumber: JPNN.com