Sultan B Najamuddin Dorong Pengembangan Kebun Kelapa untuk Dongkrak Ekonomi Enggano
Bengkulu — Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mendorong pengembangan perkebunan kelapa di Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai upaya menggerakkan ekonomi…

Bengkulu — Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mendorong pengembangan perkebunan kelapa di Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat di pulau terluar Indonesia itu. Ia menilai program tersebut perlu dibuat masif agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani dan warga setempat.
Sultan menegaskan pengembangan kelapa menjadi salah satu perhatiannya dalam mendukung potensi ekonomi Bengkulu, termasuk di Enggano. Menurut dia, hampir seluruh bagian kelapa memiliki nilai ekonomi sehingga bisa memberi tambahan penghasilan bagi masyarakat.
DPD RI dorong pemanfaatan lahan dan koordinasi lintas pihak
Ia juga menyebut perluasan tanam kelapa dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong di berbagai wilayah Bengkulu. Karena itu, Sultan berencana mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk pengembangan komoditas tersebut.
\nDi sisi lain, Sultan menyampaikan program penanaman kelapa di Enggano masih memerlukan kelengkapan data calon petani dan calon lokasi (CPCL) agar dukungan yang disiapkan sesuai kebutuhan lapangan. Ia menambahkan, menteri terkait telah menyatakan kesediaan mendukung pengembangan kelapa sesuai kebutuhan Bengkulu, namun data tetap dibutuhkan untuk tindak lanjut.
Harapan buka peluang ekonomi Enggano
Sultan berharap pengembangan kelapa secara masif dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mengoptimalkan potensi perkebunan di Bengkulu. Ia juga menegaskan akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait untuk mencari dukungan pembangunan Bengkulu, termasuk pengembangan petani kelapa dan infrastruktur di Pulau Enggano.
Sementara itu, Kementerian Pertanian disebut akan mulai mengembangkan kawasan perkebunan kelapa seluas 1.500 hektare di Provinsi Bengkulu pada 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi industri kelapa nasional. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu masih mengumpulkan dan memverifikasi berkas CPCL serta melakukan pendampingan dan monitoring pelaksanaan program di lapangan.
Sumber benih untuk program tersebut berasal dari pohon induk kelapa yang telah memiliki Surat Keputusan Penetapan KSB Pohon Induk Terpilih (PIT) di Pulau Enggano. Jenis benih yang digunakan adalah kelapa dalam unggul lokal yang tersedia dan dikembangkan di pulau itu.
Sumber: ANTARA



