Senator Menyapa

Winston Neil Rondo Dorong Solidaritas GAMKI Peduli Flores bagi Warga Ende Terdampak Gempa

DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT bersama DPC GAMKI Ende menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada 25 kepala keluarga terdampak…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 1 September 2026 · 7:06 am
3 menit baca

GAMKI NTT Salurkan Bantuan Darurat ke 25 KK Terdampak Gempa di Ende

DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT bersama DPC GAMKI Ende menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada 25 kepala keluarga terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende. Bantuan itu diberikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, melalui pendataan dan koordinasi dengan Badan Tanggap Bencana GMIT Syalom Ende agar tepat sasaran.

Penyaluran dilakukan secara door-to-door ke rumah warga terdampak. Dari total penerima, 15 KK berada di Kelurahan Lokoboko dan 10 KK lainnya di lingkungan pelayanan Jemaat GMIT Syalom Ende.

Bantuan Diantar Langsung ke Rumah Warga

Tim relawan tidak hanya menyerahkan paket bantuan, tetapi juga melihat langsung kondisi warga pascagempa dan mendengarkan kebutuhan mereka. Bantuan yang dibawa berisi bahan pangan seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir.

Untuk keluarga yang memiliki anak balita, tim juga menambahkan kebutuhan berupa popok. Langkah itu diambil karena tidak semua keluarga terdampak memiliki kesempatan datang ke lokasi pembagian bantuan.

Penyaluran dipimpin Koordinator Daerah VI GAMKI Flores-Lembata Eva Huma, didampingi Ketua DPC GAMKI Ende Pieter Th. Tonael, Wakil Ketua I Bobby Watik, Koordinator Seksi Tanggap Bencana Djibrael Kore, serta anggota tim Jeckson Lay.

Warga Mengaku Jadi yang Pertama Ditemui

Sejumlah warga di Kelurahan Lokoboko menyampaikan bahwa GAMKI menjadi organisasi pertama yang datang langsung ke rumah mereka membawa bantuan sejak gempa terjadi. Temuan itu, menurut tim, menunjukkan bahwa tantangan penanganan bencana tidak hanya soal ketersediaan bantuan, tetapi juga bagaimana bantuan menjangkau keluarga yang belum terdata.

Ketua DPC GAMKI Ende Pieter Th. Tonael mengatakan pengalaman tersebut menjadi pengingat agar distribusi bantuan pascabencana terus diperbaiki. “Kami tidak ingin bantuan hanya berhenti di tempat yang mudah dijangkau. Karena itu kami bersama teman-teman turun dan mendatangi warga dari rumah ke rumah. Bagi kami, yang terpenting bukan sekadar membawa paket bantuan, tetapi memastikan saudara-saudara kita mengetahui bahwa dalam keadaan seperti ini mereka tidak sendirian,” katanya.

Ia juga menilai GAMKI sebagai organisasi kader pemuda Kristen memiliki panggilan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga sedang menghadapi masa sulit.

Apresiasi dan Dorongan untuk Pemulihan

Kehadiran GAMKI Peduli Flores mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Lokoboko. Lurah Lokoboko, Andre, menyampaikan terima kasih kepada DPD GAMKI NTT melalui DPC GAMKI Ende atas bantuan yang diberikan kepada warga terdampak.

“Saya, Lurah Lokoboko, atas nama pemerintah dan warga masyarakat yang terdampak, menyampaikan limpah terima kasih kepada DPD GAMKI NTT melalui DPC GAMKI Ende yang berkenan hadir membantu warga masyarakat yang terdampak,” ujar Andre.

Ia berharap bantuan tersebut meringankan beban masyarakat dan membantu proses pemulihan setelah bencana. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan kita berharap ke depan keadaan semakin pulih sehingga warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Winston Neil Rondo Tekankan Koordinasi dan Solidaritas

Bagi Ketua DPD GAMKI NTT Winston Neil Rondo, gerakan GAMKI Peduli Flores tidak boleh berhenti pada pembagian bantuan darurat. Ia menilai gerakan itu sejak awal harus dibaca sebagai solidaritas yang bertumpu pada kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Winston mengatakan pengalaman di Ende memperlihatkan pentingnya pendataan penerima manfaat dan koordinasi antarlembaga. Menurut dia, tanpa koordinasi yang baik, bantuan berisiko menumpuk di satu tempat sementara keluarga lain terlewatkan. “Dalam bencana, persoalannya bukan hanya berapa banyak bantuan yang tersedia, tetapi apakah bantuan itu menemukan orang yang paling membutuhkannya,” kata Winston.

Ia juga mengapresiasi langkah GAMKI Ende dan Badan Tanggap Bencana GMIT Syalom Ende yang turun langsung mengetuk pintu rumah warga dan mencari keluarga yang belum terjangkau. Winston menegaskan perhatian kepada masyarakat terdampak tidak boleh berhenti saat fase tanggap darurat selesai, karena pemulihan sosial dan ekonomi keluarga masih perlu diperjuangkan.

“Gempa merusak dalam hitungan detik, tetapi memulihkan kehidupan membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu solidaritas jangan selesai ketika masa tanggap darurat berakhir. Kita harus berjalan bersama masyarakat dari fase bertahan menuju fase bangkit,” ujar Winston.

Sumber: RRI.co.id