Berita Utama

Ketua DPD Puji Sistem AHWA dalam Pemilihan Pimpinan PBNU

Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin memuji sistem Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) yang digunakan dalam proses pemilihan pimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 NU…

Oleh Redaksi KabarDPD · 1 September 2026 · 5:18 pm
1 menit baca

Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin memuji sistem Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) yang digunakan dalam proses pemilihan pimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Pujian itu disampaikan usai KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

“Atas nama lembaga DPD RI kami menyampaikan Selamat kepada KH Miftachul Ahyar dan KH Abdul Hakim Hafidz atau Gus Kikin masing-masing sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” ujar Sultan dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Sultan menilai NU merupakan salah satu organisasi masyarakat Islam paling berpengaruh di Indonesia. Menurutnya, tradisi keislaman NU telah menyatu dengan kehidupan kebangsaan masyarakat Indonesia.

Peran NU bagi Persatuan Nasional

“NU merupakan simpul sosial bangsa yang sangat menentukan persatuan nasional. Kita mengetahui peran para kiai dan pesantren telah memberikan dampak nyata dalam proses perjuangan kemerdekaan dan pembangunan manusia Indonesia,” tegasnya.

Sultan juga menyebut DPD memantau dinamika dan proses pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU. Menurutnya, sistem AHWA yang diterapkan Steering Committee Muktamar sangat menginspirasi bagi proses konsolidasi demokrasi Indonesia.

AHWA Dinilai Sejalan dengan Musyawarah

Dia mengatakan sistem AHWA memiliki kemiripan dengan demokrasi deliberatif yang mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat.

“Kami optimis NU akan semakin memberikan kontribusi nyata kepada umat dan bangsa melalui para kadernya di pemerintahan maupun secara kultural,” tutupnya.

Sumber: detikcom