Berita Utama

DPD RI Apresiasi Diplomasi Prabowo di Forum Ekonomi Timur Rusia

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengapresiasi pidato dan capaian diplomasi Presiden Prabowo Subianto pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di…

Oleh Redaksi KabarDPD · 5 September 2026 · 10:21 pm
2 menit baca

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengapresiasi pidato dan capaian diplomasi Presiden Prabowo Subianto pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Ia menilai pidato itu memperlihatkan konsistensi sikap diplomatik Indonesia terhadap semua negara, terutama Rusia, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi dan bisnis melalui skema Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA).

Sultan mengatakan Rusia merupakan salah satu kekuatan dunia yang dihormati karena ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Ia juga menyebut bangsa Indonesia sejak awal selalu menaruh kepercayaan pada niat baik Rusia dalam membantu Indonesia.

Menurut Sultan, Rusia adalah negara yang mapan dalam rekayasa teknologi. Hal itu, kata dia, penting untuk mendukung program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di daerah.

Kerja Sama untuk Teknologi dan Investasi

Sultan mengapresiasi Presiden Prabowo yang telah memberi kesempatan kepada Rusia untuk membantu Indonesia menyelesaikan sejumlah agenda krusial, termasuk pengembangan teknologi pupuk, Energy Nuklir, dan eksplorasi blok migas di Indonesia. Ia menilai kerja sama ekonomi dan bisnis Rusia-Indonesia akan meningkatkan kualitas pengelolaan SDA di daerah.

Ia juga menyebut pendekatan perdagangan bebas berpeluang mendorong lebih banyak pengusaha Rusia berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, hal itu dapat memberi dampak langsung pada perekonomian serta penyerapan tenaga kerja di daerah-daerah terkait.

Pidato Prabowo di EEF ke-11

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, kemarin. Dalam pidato itu, ia menekankan penguatan kerja sama, investasi, dan posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik yang terjadi.

Prabowo juga menjelaskan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia yang mendekati US$5 miliar, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Ia mengajak Rusia serta anggota EAEU untuk menargetkan peningkatan nilai perdagangan melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA).

“Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri. melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA),” ucap Prabowo.

Sumber: detikcom