Senator Menyapa

Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Jenazah Warga Aceh dari Malaysia

Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, memfasilitasi pemulangan jenazah Mustafa, warga Gampong Cot Peuradi, Kecamatan Suka…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 10 September 2026 · 4:33 pm
2 menit baca

Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, memfasilitasi pemulangan jenazah Mustafa, warga Gampong Cot Peuradi, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Nagan Raya, bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh dan komunitas Group Aceh Bersatu (GAB) Malaysia.

Mustafa meninggal dunia di Hospital PPUM Ceras, Selangor, Malaysia, pada Sabtu 5 September 2026 akibat sakit komplikasi batuk dan paru-paru. Almarhum diketahui telah merantau ke Malaysia selama sekitar delapan tahun dan bekerja sebagai pekerja harian di sektor konstruksi.

Jenazah dipulangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH 860 dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, pada Selasa 8 September 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Dari bandara, jenazah langsung dibawa menuju kampung halaman dengan ambulans melalui jalur darat dan telah dimakamkan di Gampong Cot Peuradi.

Koordinasi dengan BP3MI dan GAB Malaysia

Haji Uma mengatakan pemulangan jenazah dilakukan setelah keluarga melalui Geuchik Gampong Cot Peuradi menyampaikan permohonan resmi untuk bantuan pemulangan dari Malaysia. Setelah menerima permohonan itu, ia berkoordinasi dengan Ibnu Malek, Wakil Ketua GAB Malaysia, dan BP3MI Aceh untuk mengurus administrasi serta teknis pemulangan.

“Kita tidak boleh membiarkan keluarga di Aceh berjuang sendirian menghadapi situasi seperti ini. Tugas kita adalah memastikan jenazah dapat segera kembali dan dimakamkan dengan layak di kampung halaman,” ujar Haji Uma, Selasa 8 September 2026.

“Begitu menerima laporan, saya langsung koordinasi dengan tim penghubung di Malaysia dan BP3MI Aceh agar semua proses berjalan lancar,” ujarnya.

Biaya dan pendampingan

Biaya pemulangan jenazah dari Malaysia hingga Bandara Kualanamu mencapai sekitar Rp18 juta dan ditanggung keluarga. Sementara itu, biaya ambulans dibantu BP3MI Aceh, dan tim pendamping juga diturunkan hingga ke rumah duka.

Haji Uma turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum serta mengapresiasi GAB Malaysia dan BP3MI Aceh atas bantuan yang diberikan.

“Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan Allah SWT menerima amal ibadah almarhum,” kata Haji Uma.

Sanawati, istri almarhum, juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pemulangan jenazah.

“Terima kasih kami kepada semua yang telah membantu. Hanya Allah SWT yang dapat membalas kebaikan saudara-saudara semua,” ucap Sanawati.

Sumber: RRI.co.id