Senator Menyapa

Irwan Derlen Desak Pemkab SBT Normalisasi Sungai Sebelum Musim Hujan

Ketua DPD KNPI Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Irwan Derlen, mendesak pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai sebelum musim hujan tiba.

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 20 September 2026 · 5:59 pm
2 menit baca

Ketua DPD KNPI Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Irwan Derlen, mendesak pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai sebelum musim hujan tiba. Ia menilai sejumlah aliran sungai di SBT sudah mengalami penyempitan, sedimentasi, dan penumpukan sampah rumah tangga yang berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir.

Irwan menyebut musim kemarau sebagai waktu yang tepat untuk pengerukan dan normalisasi karena kondisi sungai yang surut memudahkan alat berat masuk ke lokasi. Ia menegaskan penanganan itu tidak boleh ditunda hingga hujan datang.

“Ini momentum emas. Saat kemarau alat berat bisa masuk, pengerukan bisa maksimal. Kalau kita tunggu hujan baru bergerak, maka yang terjadi pasti banjir lagi,” kata Irwan kepada RRI.CO.ID, Sabtu, 19 September 2026.

Desak normalisasi jadi prioritas APBD

Irwan juga meminta Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri memberi perhatian serius terhadap program normalisasi sungai. Menurut dia, normalisasi perlu masuk dalam langkah jangka panjang untuk penanganan banjir di SBT.

“Sudah saatnya Bupati SBT berpikir serius soal normalisasi kali sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir,” ujarnya.

Selain itu, DPD KNPI SBT mendorong Pemkab SBT menjadikan normalisasi kali sebagai salah satu prioritas dalam perubahan APBD 2026. Sejumlah aliran sungai di dalam Kota Bula, termasuk Kali Wailola, disebut menjadi perhatian.

Irwan meminta penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan OPD terkait, seperti Dinas PUPR, BPBD, dan DLH dalam satu komando.

“Program normalisasi harus menjadi prioritas dan ditangani secara terpadu dengan melibatkan Dinas PUPR, BPBD, dan DLH dalam satu komando,” kata Irwan.

Dorong pencegahan, bukan reaksi setelah banjir

Di luar pengerukan dan normalisasi, KNPI SBT juga mendorong pemerintah daerah menata kawasan bantaran sungai. Pemerintah diminta menertibkan bangunan di sempadan sungai sekaligus memperkuat sosialisasi dan penegakan aturan terkait pemanfaatan kawasan tersebut.

Irwan menilai selama ini penanganan banjir masih cenderung reaktif, yakni dilakukan setelah bencana terjadi. Ia mendorong perubahan pendekatan menjadi lebih preventif agar dampak banjir dapat ditekan sejak awal.

“Selama ini penanganan kita masih bersifat reaktif: banjir datang baru bagi sembako. Harusnya preventif. Normalisasi kali adalah investasi untuk menyelamatkan rumah, sekolah, jalan, dan nyawa warga. Jangan sampai terlambat,” katanya.

KNPI SBT berharap Pemkab segera menjadikan normalisasi sungai sebagai program strategis daerah. Pembenahan aliran sungai dinilai perlu dilakukan sebelum musim hujan untuk mengurangi risiko banjir di SBT.

“Karena menyelamatkan kali, sama artinya menyelamatkan masa depan SBT. Bertindak sekarang, sebelum semuanya terlambat,” ujar Irwan.

Sumber: RRI.co.id