Ketua DPD RI Dorong Generasi Muda Wujudkan Indonesia Emas di IKN
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin hadir di arena Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 di Hall Kemenko III, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam…

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin hadir di arena Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 di Hall Kemenko III, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (21/9). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan kepemimpinan kepada 500 mahasiswa teknik dari 43 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Kehadiran Sultan bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di tengah acara tersebut mengejutkan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof Dr Agus Rubiyanto. Agus kemudian menyambut antusias kehadiran Ketua DPD RI itu.
KRTI 2026 diikuti 94 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Pesan Sultan untuk generasi muda
Dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026), Sultan mengatakan anak muda harus berani memimpin dan tidak menunggu masa depan datang begitu saja.
Ia menekankan pentingnya persiapan sejak sekarang untuk menjemput masa depan dan memimpin Indonesia menuju Indonesia Emas. Sultan juga mengingatkan generasi muda agar tidak merasa rendah diri dan tidak menganggap bangsa lain selalu lebih hebat.
“Jangan merasa rendah diri, jangan anggap bangsa lain selalu lebih hebat,” tegas Sultan.
Sultan menyebut pengalaman sejarah penjajahan yang berlangsung panjang turut meninggalkan rasa inferior di sebagian masyarakat Indonesia. Karena itu, menurut dia, generasi muda perlu membangun kepercayaan diri dan keyakinan bahwa Indonesia mampu bersaing dan menjadi bangsa maju.
Ia juga menilai generasi muda memiliki peluang besar untuk menentukan arah masa depan Indonesia, terlebih karena KRTI 2026 untuk pertama kalinya digelar di IKN.
IKN dan peluang inovasi
Sultan menyebut bonus demografi, perkembangan teknologi, dan pembangunan IKN sebagai momentum yang harus dimanfaatkan untuk melahirkan pemimpin dan inovator baru.
Ia juga menceritakan perjalanan kepemimpinannya yang dimulai dari organisasi pengusaha muda, lalu menjadi Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, senator, Wakil Ketua DPD RI, hingga dipercaya memimpin DPD RI.
Menurut Sultan, pengalaman itu menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat dibangun melalui keberanian, kerja keras, pengalaman organisasi, dan kemauan untuk terus belajar.
Sultan menilai teknologi robot terbang atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari pemetaan wilayah, mitigasi bencana, pengawasan lingkungan, logistik, pertanian, hingga pengelolaan infrastruktur.
“Robot yang kalian kembangkan hari ini bukan hanya untuk diperlombakan. Teknologi ini harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan membantu Indonesia menghadapi tantangan di masa depan,” kata Sultan.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan KRTI di IKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di ibu kota baru menunjukkan pembangunan IKN tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan teknologi.
Sultan menilai IKN harus menjadi ruang bagi anak muda untuk berinovasi, berkolaborasi, dan menguji gagasan baru. Ibu kota baru itu, katanya, diharapkan menjadi simbol Indonesia yang modern, maju, hijau, dan berbasis teknologi.
“Indonesia Emas tidak cukup hanya dibicarakan. Indonesia Emas harus dipersiapkan dan diwujudkan oleh generasi muda yang berani mengambil tanggung jawab,” ujar Sultan.
Basuki sebut IKN ruang kolaborasi
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menambahkan Nusantara dirancang sebagai kota masa depan yang cerdas, hijau, inklusif, dan berbasis teknologi. Karena itu, IKN terbuka menjadi ruang kolaborasi sekaligus living laboratory bagi pengembangan inovasi anak bangsa.
Basuki menilai KRTI memiliki nilai strategis karena mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan kota modern.
“Kami berharap KRTI tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga melahirkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” kata Basuki.
KRTI 2026 berlangsung pada 21-25 September 2026 dengan lima kategori, yakni Racing Plane, Fixed-Wing, Vertical Take-Off and Landing (VTOL), Technology Development, serta Long Endurance Low Altitude (LELA).
Penyelenggaraan KRTI di IKN juga mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan talenta teknologi nasional.
Acara tersebut turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian; Anggota DPD RI Dr Yulius Henock Sumual; Yulita Priyoningsih yang mewakili Direktur Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Kemendiktisaintek); Dr Ir Fitriansyah yang mewakili Gubernur Kaltim; serta dewan juri.
Sumber: detikcom



