DPD RI Umumkan 10 Kandidat Pelestari Budaya Daerah Awards 2026
Panitia telah memilih 10 kandidat DPD RI Awards 2026 untuk kategori Pelestari Budaya Daerah.

Panitia telah memilih 10 kandidat DPD RI Awards 2026 untuk kategori Pelestari Budaya Daerah. Para kandidat dinilai memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya di daerah, sekaligus berupaya mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui laman resminya, DPD RI menyebut penghargaan pada kategori ini diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional. Para kandidat berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
10 Kandidat Pelestari Budaya Daerah
Berikut 10 kandidat Pelestari Budaya Daerah yang diurutkan berdasarkan abjad: Alfonsa Raga Horeng, Anitawati, Cletus Beru, Endang Dzunuraini, Juwandi, Leni Febrianti, Maulana Muhammad Syuhada, Mugiyono Kasido, Muhammad Ridwan Alimuddin, dan Poltak Tambunan.
Sultan Pastikan Tak Ada Intervensi
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin memastikan proses DPD RI Awards berjalan tanpa intervensi. Ia menilai masih banyak tokoh daerah yang belum mendapat perhatian.
“Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar,” kata Sultan di acara DPD RI Awards 2025 lalu.
Sultan mengatakan ajang ini digelar untuk menjaring pahlawan di daerah yang selama ini belum tersorot. Ia menyebut kegiatan tersebut juga merupakan aspirasi dari masyarakat daerah.
Menurut Sultan, 152 anggota DPD RI mewakili hampir 80 juta masyarakat daerah yang menitipkan amanah kepada mereka. Karena itu, DPD RI Awards disebut menjadi upaya untuk menemukan potensi daerah, local hero, dan local champion yang belum terpantau.
Sultan juga menegaskan pimpinan DPD RI tidak dapat mengintervensi pemenang penghargaan. Ia menyebut dewan pakar yang dilibatkan memiliki kapasitas dan bersikap independen.
“Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara,” ujar dia.
Sumber: detikcom



