Herman DPD RI Soroti Urgensi Sekolah Rakyat bagi Anak Rentan di Tarakan
Tarakan — Anggota DPD RI asal Kalimantan Utara, Herman, menilai keberadaan Sekolah Rakyat di Kota Tarakan sangat penting bagi anak-anak dari keluarga…

Tarakan — Anggota DPD RI asal Kalimantan Utara, Herman, menilai keberadaan Sekolah Rakyat di Kota Tarakan sangat penting bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dalam kunjungannya, ia melihat langsung sejumlah peserta didik yang sebelumnya mengalami berbagai persoalan, mulai dari belum lancar baca tulis hingga belum memiliki dokumen administrasi kependudukan.
Herman mengatakan, kondisi itu membuat Sekolah Rakyat menjadi kebutuhan mendesak di Tarakan, yang juga berfungsi sebagai kota transit dan daerah perbatasan dengan Malaysia. Menurut dia, fasilitas pendidikan semacam ini membantu memastikan anak-anak tetap bisa mengenyam sekolah meski menghadapi hambatan ekonomi dan keluarga.
Biaya sekolah dan kebutuhan harian ditanggung pemerintah
Herman menyampaikan apresiasi atas layanan Sekolah Rakyat yang seluruh biayanya ditanggung pemerintah. Ia juga menyebut para pengelola sekolah telah berkomunikasi dengan orang tua siswa agar anak-anak mereka bisa mengikuti pembelajaran di sana.
Ia menuturkan, sebagian anak yang ditemuinya seharusnya sudah berada di jenjang SMP, namun masih harus belajar di tingkat SD karena belum mampu membaca dan menulis. Meski begitu, Herman mengatakan kemampuan mereka kini mulai berkembang setelah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Kepala Dinas Sosial Kota Tarakan, Arbain, mengatakan saat ini terdapat 69 peserta didik di Sekolah Rakyat Tarakan. Rinciannya, 42 siswa SD dan 27 siswa SMP.
Arbain menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan sekolah juga disediakan pemerintah, termasuk sampo, sikat gigi, odol, sabun mandi, dan peralatan belajar.
Gedung sementara masih pakai aset daerah
Herman menambahkan, saat ini kegiatan belajar masih memanfaatkan fasilitas milik Pemerintah Kota Tarakan. Sementara itu, gedung Sekolah Rakyat di Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, telah dibangun oleh Kementerian Sosial RI namun baru mencapai sekitar 50 persen.
Menurut dia, jika pembangunan selesai, fasilitas di lokasi baru itu akan lebih lengkap. Herman menyebut keberadaan Sekolah Rakyat di Tarakan sangat membantu anak-anak yang menghadapi persoalan sosial dan administrasi keluarga, termasuk mereka yang belum memiliki akta kelahiran.
Ia mengatakan, sejumlah persoalan administrasi tersebut telah dibantu pengurusannya oleh para guru dan pihak terkait di sekolah. “Jadi urgen sekali adanya Sekolah Rakyat ini,” kata Herman.
Sumber: ANTARA


