Berita Utama

DPD RI Awards 2026: Lima Dewan Pakar Tentukan Empat Penerima Penghargaan

DPD RI Awards 2026 akan memilih empat penerima penghargaan melalui Dewan Pakar yang terdiri atas lima tokoh nasional.

Oleh Redaksi KabarDPD · 5 Oktober 2026 · 12:05 pm
3 menit baca

DPD RI Awards 2026 akan memilih empat penerima penghargaan melalui Dewan Pakar yang terdiri atas lima tokoh nasional. Masing-masing penerima berasal dari empat kategori yang tersedia, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan, dan Pelestari Budaya Daerah.

Perjalanan DPD RI Awards 2026 dimulai sejak Juli tahun ini. Tahap pendaftaran dibuka pada 27 Juli dan ditutup pada 23 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB, dengan total 1.112 pendaftar yang diterima panitia.

Dari jumlah itu, 200 nama kemudian dipilih masuk 50 besar pada masing-masing kategori. Selanjutnya, panitia menetapkan 10 besar per kategori atau 40 nama, sebelum Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 menentukan empat penerima penghargaan.

5 Tokoh Nasional Dewan Pakar DPD RI Awards 2026

Lima anggota Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 terdiri atas Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc; Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.; Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol.; Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H., M.H.; dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.

Profil Singkat Anggota Dewan Pakar

Fadli Zon menjabat Menteri Kebudayaan RI sejak 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 dan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI periode 2019-2024.

Pada Februari 2026, Fadli Zon meraih gelar profesor kehormatan dari Universitas Nasional (Unas). Dalam orasi ilmiahnya, ia membahas Politik Kebudayaan Mega-Diversity: Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Dunia.

Agustin Teras Narang merupakan tokoh Dayak yang kini menjabat sebagai anggota DPD RI dari Kalimantan Tengah sejak 2019. Sebelumnya, ia pernah menjadi Gubernur Kalimantan Tengah pada 2005 hingga 2015 dan anggota DPR RI periode 1999 hingga 2005.

Teras Narang menempuh pendidikan di SMAN I Banjarmasin pada 1973, lalu melanjutkan S1 dan S2 di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia pada 1979 dan Universitas Pelita Harapan pada 2015. Ia juga meraih gelar doktor di UPH.

Arif Satria menjabat Kepala BRIN sejak 10 November 2025. Sebelumnya, ia menjadi Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University) dari 2017 hingga 2025.

Arif Satria menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian IPB pada 1995. Ia kemudian meraih gelar magister dari Program Sosiologi Pedesaan IPB pada 1999 dan gelar doktor dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy pada 2006.

Agustino Zulys menjadi Guru Besar UI sejak April 2026 dan mengabdi sebagai dosen di FMIPA UI. Ia juga telah menjalankan 12 program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sejak 2019 hingga 2024.

Program PPM yang dijalankannya berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UMKM sabun dan literasi menggunakan projek fun science. Kegiatannya tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Dede Yusuf adalah politikus, aktor, dan tokoh masyarakat. Ia menempuh pendidikan S1 Teknik Industri di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 2005-2010, lalu melanjutkan S2 Ilmu Politik dan S3 Ilmu Administrasi di Universitas Padjadjaran pada 2011-2014 dan 2017-2021.

Dalam karier politiknya, Dede Yusuf pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Sejak 2014 hingga sekarang, ia menjadi anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut dan saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI.

Sumber: detikcom