Fahira Idris Dukung LRT Kelapa Gading-Manggarai Perkuat Transportasi Jakarta
Anggota DPD RI asal DKI Jakarta Fahira Idris menyambut positif peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai oleh Presiden Prabowo Subianto.

Anggota DPD RI asal DKI Jakarta Fahira Idris menyambut positif peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kehadiran jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun itu menjadi langkah penting dalam memperkuat transportasi publik terintegrasi dan mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.
Fahira mengatakan transportasi publik merupakan fondasi utama bagi kota global. Menurut dia, LRT Kelapa Gading-Manggarai memperkuat konektivitas wilayah utara, timur, hingga pusat Jakarta sekaligus memberi pilihan perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan terprediksi bagi warga.
Apresiasi untuk seluruh pihak yang terlibat
Dalam keterangannya, Kamis 17 September 2026, Fahira mengapresiasi Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengoperasian LRT Jakarta. Ia menilai kehadiran jalur tersebut bukan sekadar menambah moda transportasi, tetapi juga memperkuat ekosistem mobilitas masyarakat.
Fahira menyebut ada sedikitnya lima dampak penting dari beroperasinya LRT Kelapa Gading-Manggarai. Salah satunya, jalur ini memperkuat integrasi antarmoda dengan menjadikan Manggarai sebagai salah satu simpul mobilitas strategis.
Kawasan Manggarai telah terhubung dengan KRL Commuter Line, Transjakarta, dan kereta bandara. Fahira menekankan bahwa integrasi antarmoda perlu diikuti perpindahan yang nyaman dan aman, informasi perjalanan yang jelas, serta sistem pembayaran yang semakin terintegrasi.
Waktu tempuh dan produktivitas warga
Menurut Fahira, LRT juga berpotensi memangkas waktu perjalanan dan meningkatkan produktivitas warga. Perjalanan Kelapa Gading-Manggarai disebut dapat ditempuh sekitar 28 menit.
“Di kota besar, waktu adalah bagian dari kualitas hidup. Semakin banyak warga yang dapat berpindah dengan cepat dan pasti, semakin sedikit waktu yang hilang di jalan dan semakin besar manfaatnya bagi produktivitas maupun kehidupan keluarga,” katanya.
Ia menambahkan, LRT diharapkan mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Dengan target sekitar 80 ribu penumpang per hari, potensi itu dinilai bisa terwujud bila didukung layanan yang andal, tarif terjangkau, frekuensi perjalanan yang baik, serta koneksi first mile dan last mile yang mudah.
Dorongan ekonomi dan kota yang inklusif
Fahira juga menilai perpindahan ke transportasi publik dapat membantu mengurangi kemacetan, konsumsi bahan bakar, dan emisi kendaraan. Dampak lainnya, keberadaan LRT dinilai dapat memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar stasiun.
Ia menjelaskan jaringan LRT membuka peluang pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit-Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan hunian, pusat usaha, ruang publik, layanan sosial, dan transportasi. Aktivitas ekonomi di sekitar stasiun, menurut dia, juga dapat menggerakkan UMKM, kuliner, ritel, dan sektor jasa serta membuka peluang kerja baru.
“Pengembangan kawasan harus memberikan ruang yang cukup bagi ekonomi warga agar manfaat peningkatan nilai kawasan tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar,” ujarnya.
Fahira menambahkan, LRT memperkuat fondasi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan terkoneksi. Ia menilai kualitas transportasi publik merupakan salah satu indikator penting kota layak huni, sehingga jaringan transportasi massal harus luas, terintegrasi, terjangkau, serta ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, perempuan, anak, dan seluruh kelompok masyarakat.
Ia berharap peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi pijakan untuk memperluas jaringan transportasi massal agar semakin banyak kawasan permukiman, ekonomi, pendidikan, dan ruang publik terhubung. Fahira juga meminta fase operasional LRT terus dievaluasi berdasarkan pengalaman penumpang, mulai dari ketepatan waktu, waktu tunggu, integrasi feeder, keamanan, kenyamanan, akses bagi penyandang disabilitas, hingga keterjangkauan tarif.
“Jakarta menuju lima abad membutuhkan sistem transportasi yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif dan benar-benar memudahkan kehidupan warga. Semakin kuat jaringan transportasi publik, semakin kuat pula daya saing, produktivitas, dan kualitas hidup Jakarta,” ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta Jalur Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Jalur tersebut diharapkan memperkuat layanan transportasi publik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di Jakarta.
Sumber: RRI.co.id




