Haili Yoga Minta DPD RI Perkuat Fasilitas Rumah Sakit Rujukan Aceh Tengah
Anggota DPD RI Subwilayah Barat I menggelar rapat di Hotel Wyndham Panbil, Batam, Kepulauan Riau, Jumat 11 September 2026, dengan fokus pada penguatan…

DPD RI Bahas Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Koridor Ekonomi Sumatera di Batam
Anggota DPD RI Subwilayah Barat I menggelar rapat di Hotel Wyndham Panbil, Batam, Kepulauan Riau, Jumat 11 September 2026, dengan fokus pada penguatan Sumatera Economic Corridor serta pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Forum yang dihadiri sekitar 40 anggota DPD RI se-Sumatera itu juga diikuti sejumlah kepala daerah, perwakilan bupati dan wali kota, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta kementerian dan lembaga terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Anggota DPD RI Perwakilan Kepulauan Riau Ismet Abdullah menegaskan rapat itu menjadi wujud kepedulian DPD RI terhadap bencana alam yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera. Ia menyebut, pembahasan difokuskan pada program pemulihan agar masyarakat terdampak bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
Menurut Ismet, perhatian juga perlu diarahkan pada perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Ia menekankan bahwa fasilitas yang hancur harus segera dibangun kembali agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat kembali berjalan.
Haili Yoga Soroti Kesehatan dan Infrastruktur di Aceh Tengah
Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, yang hadir dalam forum itu, memaparkan sejumlah kebutuhan strategis daerah, terutama di bidang pelayanan kesehatan dan infrastruktur rumah sakit rujukan. Ia menjelaskan, Aceh Tengah memiliki peran penting sebagai wilayah rujukan bagi masyarakat dari beberapa kabupaten di kawasan tengah Aceh.
Haili menyampaikan, rumah sakit di Aceh Tengah saat ini melayani masyarakat dari Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan sebagian wilayah Aceh Tenggara. Karena itu, menurut dia, peningkatan kapasitas serta kualitas fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan yang mendesak.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian bangunan rumah sakit masih merupakan fasilitas lama yang telah berusia puluhan tahun. Meski sudah ada beberapa gedung baru, sejumlah ruang pelayanan dan fasilitas pendukung masih memerlukan pembenahan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih layak dan optimal.
Dalam forum itu, Haili meminta dukungan DPD RI agar peningkatan fasilitas rumah sakit rujukan di wilayah tengah Aceh menjadi perhatian bersama. Ia menilai keberadaan rumah sakit yang memadai sangat penting karena masyarakat di wilayah tengah harus menempuh perjalanan 10 sampai 12 jam untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan ke wilayah pesisir.
Biaya Distribusi dan Ekonomi Daerah Juga Jadi Sorotan
Selain sektor kesehatan, Haili turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Aceh Tengah yang terdampak tingginya biaya distribusi barang. Letak geografis dan kondisi infrastruktur membuat harga sejumlah kebutuhan pokok dan bahan bangunan relatif tinggi di daerah itu.
Ia menyebut, harga semen di Aceh Tengah pernah mencapai sekitar Rp120 ribu per sak, yang ikut menambah beban biaya pembangunan dan kehidupan masyarakat. Haili berharap forum DPD RI dapat menghasilkan perhatian serta langkah konkret pemerintah pusat terhadap pembangunan dan pemulihan ekonomi di kawasan tengah Aceh.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, DPD RI, dan pemerintah pusat diperlukan agar kesenjangan pelayanan dan pembangunan antarwilayah dapat terus dikurangi.
Hadir Ketua DPD RI dan Sejumlah Kepala Daerah
Rapat tersebut juga dihadiri Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Gubernur Aceh Fadullah, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Sumatera Barat, serta anggota DPD RI asal Aceh seperti Haji Uma, Tgk. Ahmada, dan Azhari Cage. Sejumlah kepala daerah juga mengikuti kegiatan itu.
Sumber: RRI.co.id




