Ketua DPD RI Minta BRG Diperkuat Tangani Karhutla Kalimantan
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin meminta pemerintah memperkuat peran Badan Restorasi Gambut (BRG) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan…

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin meminta pemerintah memperkuat peran Badan Restorasi Gambut (BRG) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ia menilai karhutla di lahan gambut menjadi bencana yang hampir terjadi setiap tahun.
Sultan menyampaikan apresiasinya atas upaya pemerintah dalam melakukan pemadaman. Menurut dia, pemerintah pusat maupun daerah perlu mengerahkan seluruh sumber daya dan berbagai cara untuk membantu masyarakat di Kalimantan.
Ia juga menegaskan karhutla berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk udara yang sehat. DPD RI, kata Sultan, memberikan perhatian khusus terhadap bencana tersebut.
Sultan mengungkapkan pihaknya menerima informasi bahwa sudah banyak daerah yang warganya mengalami ISPA. Kondisi itu, menurut dia, akan sangat memengaruhi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
DPD RI Dorong Restorasi Gambut
Sultan mendorong pemerintah melalui BRG segera menyiapkan agenda nasional untuk melakukan restorasi ekosistem gambut secara intensif. Ia menilai peran BRG perlu diperkuat dengan berkolaborasi bersama semua pihak terkait.
Ke depan, Sultan menyebut potensi ekosistem gambut diharapkan dapat dieksplorasi sebagai sumber energi maupun sebagai lahan pertanian dan tambak perikanan budidaya.
Hotspot dan Kualitas Udara di Kalimantan
Diketahui, karhutla terjadi di wilayah Kalimantan. Saat ini terdapat 3.759 titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat, dengan Kabupaten Ketapang sebagai wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak.
Sementara itu, kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masuk dalam zona sangat tidak sehat. Konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) sempat menembus 290,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Jumat (21/8) pagi, dan kasus ISPA mencapai 132 kasus.
Sumber: detikcom



