Senator Menyapa

Ratu Tenny Leriva Dukung Pelestarian Kesenian Sumsel dalam Malam Kebudayaan PERDICI

Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, menghadiri Malam Kebudayaan dalam rangka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-17 PERDICI di Griya…

Oleh Redaksi Senator Menyapa · 14 September 2026 · 9:03 am
2 menit baca

Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, menghadiri Malam Kebudayaan dalam rangka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-17 PERDICI di Griya Agung Palembang, Jumat, 11 September 2026 malam. Dalam kegiatan itu, para dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia menampilkan kesenian tradisional Sumatera Selatan, Dulmuluk, bersama paduan suara dan tari-tarian daerah.

Kehadiran Ratu Tenny Leriva menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pelestarian kesenian dan budaya lokal Sumatera Selatan. Pementasan Dulmuluk sendiri digelar sebagai salah satu rangkaian Malam Kebudayaan di sela agenda ilmiah tahunan PERDICI di Palembang.

Budaya Sumsel ditampilkan di tengah forum ilmiah

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra mengapresiasi para dokter yang ikut menampilkan kesenian daerah. Ia menilai pertunjukan itu menunjukkan budaya lokal masih mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

“Jadi sangat wajar dan relevan jika pertunjukan Dulmuluk malam ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Sumsel masih tetap hidup, dicintai, dan dilestarikan oleh berbagai kalangan, termasuk oleh para pahlawan medis kita,” puji Edward Candra dalam sambutannya.

Edward juga menyebut penyelenggaraan pertemuan ilmiah kedokteran berskala nasional yang disertai kegiatan kebudayaan selaras dengan sejarah Palembang sebagai bagian dari pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Ajakan merawat budaya bersama

Edward mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah PIT ke-17 PERDICI. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mempelajari pesona tumbuh kembang kebudayaan di Sumatera Selatan selama berada di daerah itu.

Menurut Edward, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk masyarakat dan kalangan profesional. Karena itu, kegiatan seperti Malam Kebudayaan dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kesenian Sumsel kepada masyarakat yang lebih luas.

“Semangat untuk menampilkan dan merawat budaya ini harus terus kita jaga dan lestarikan bersama,” tutup Edward.

Sumber: RRI.co.id