DPD RI Awards 2026 Cari Tokoh Penggerak Daerah, Ini 4 Kategori Penghargaannya
DPD RI Awards 2026 membuka empat kategori penghargaan bagi tokoh penggerak daerah. Simak kategori, kriteria, dan mekanisme pengusulannya.

JAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) kembali mencari sosok-sosok yang memiliki kontribusi nyata bagi kemajuan daerah melalui ajang DPD RI Awards 2026.
Program penghargaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan apresiasi kepada individu maupun kelompok yang selama ini bekerja dan menghasilkan dampak di tengah masyarakat, tetapi belum banyak mendapatkan sorotan.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan sebelumnya, proses pengusulan kandidat DPD RI Awards 2026 dibuka hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Masyarakat dapat mengajukan nama kandidat melalui laman resmi DPD RI Awards di awards.dpd.go.id.
Informasi mengenai DPD RI Awards 2026 dan proses pengusulan tokoh penggerak daerah juga diberitakan oleh detikcom.
Tahun ini, terdapat empat kategori utama yang menjadi fokus penghargaan. Masing-masing menyasar figur yang memiliki kontribusi pada bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga pelestarian kebudayaan.
Inovator Pendidikan Nonformal
Kategori pertama diberikan kepada tokoh yang berkiprah dalam pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah.
DPD RI menempatkan kategori ini untuk mengapresiasi sosok yang mampu menghadirkan terobosan sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat di luar jalur pendidikan formal.
Kontribusi tersebut dapat berupa pengembangan metode pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, pembukaan akses pendidikan, maupun kegiatan lain yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dengan kategori ini, DPD RI ingin memberi ruang bagi para pegiat pendidikan yang bekerja langsung di tengah masyarakat dan sering kali bergerak tanpa banyak mendapat perhatian publik.
Inovator Teknologi Kesehatan
Bidang kesehatan juga mendapat perhatian dalam DPD RI Awards 2026 melalui kategori Inovator Teknologi Kesehatan.
Penghargaan ditujukan kepada individu, profesional maupun akademisi yang menghasilkan inovasi di sektor kesehatan melalui kegiatan penelitian, pengembangan teknologi ataupun penerapan solusi baru.
Inovasi tersebut dapat mencakup hasil riset klinis dan laboratorium, pengembangan terapi, penemuan obat hingga pembuatan alat kesehatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Penilaian tidak semata melihat kecanggihan teknologi yang dibuat, tetapi juga manfaat dan kontribusinya dalam membantu menjawab persoalan kesehatan di masyarakat.
Penggerak Desa Mandiri Pangan
Kategori berikutnya menyentuh persoalan yang tidak kalah strategis, yakni ketahanan pangan.
Melalui kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan, DPD RI memberikan apresiasi kepada tokoh yang berperan mendorong kemandirian pangan dengan memanfaatkan potensi lokal.
Upaya tersebut antara lain dapat diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat desa, pengembangan sumber pangan setempat, penguatan produksi hingga membangun sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Tokoh yang mampu menggerakkan masyarakat untuk tidak sepenuhnya bergantung pada sumber pangan dari luar daerah menjadi salah satu profil yang sesuai dengan semangat kategori ini.
Pelestari Budaya Daerah
Kategori keempat adalah Pelestari Budaya Daerah.
Penghargaan ini diarahkan kepada sosok yang secara aktif menjaga, mengembangkan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Perannya dapat dilakukan melalui seni, tradisi, bahasa, adat istiadat maupun bentuk kebudayaan lainnya. Aktivitas promosi budaya di tingkat nasional hingga internasional juga menjadi bagian dari kontribusi yang diperhitungkan.
DPD RI melihat kebudayaan daerah bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan identitas yang perlu dijaga dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Ada Special Recognition Awards
Selain empat kategori utama tersebut, DPD RI Awards 2026 juga menghadirkan Special Recognition Awards.
Penghargaan khusus ini diperuntukkan bagi individu, tokoh maupun kelompok yang dinilai konsisten memberikan kontribusi bagi daerah dalam jangka panjang.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin sebelumnya menjelaskan bahwa salah satu semangat penyelenggaraan penghargaan tersebut adalah menemukan lebih banyak local hero dan local champion yang selama ini bekerja nyata di daerah, namun belum masuk radar publik secara luas.
Menurut Sultan, banyak orang di berbagai daerah telah berkontribusi pada pembangunan melalui bidang dan profesinya masing-masing. Kontribusi tersebut tidak selalu mendapatkan eksposur, kendati manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
DPD RI karena itu ingin menjadikan penghargaan tersebut sebagai sarana menjaring figur-figur potensial dari berbagai penjuru Indonesia.
Semangat memberikan apresiasi kepada mereka yang telah mengabdikan diri juga menjadi perhatian di lingkungan lembaga tersebut. Hal serupa terlihat dalam momentum purnabakti pejabat Setjen DPD RI yang menyoroti warisan pengabdian.
Penjurian Diklaim Independen
Sultan juga menegaskan proses pemilihan penerima penghargaan tidak berada di bawah intervensi pimpinan DPD RI.
Penilaian diserahkan kepada dewan pakar dan juri yang memiliki kompetensi pada bidangnya masing-masing.
Prinsip independensi dan transparansi, menurut dia, diperlukan agar figur yang terpilih benar-benar dinilai berdasarkan rekam jejak, kontribusi serta dampaknya terhadap masyarakat dan daerah.
Dengan mekanisme tersebut, DPD RI Awards diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.
Ajang ini diharapkan menjadi ruang untuk menemukan sekaligus memperkenalkan sosok-sosok yang selama ini bekerja dari daerah, membangun masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, kebudayaan maupun bidang pengabdian lainnya.



