Awal Karier dan Dunia Wirausaha
Lahir 11 Mei 1979 di Bengkulu Selatan, Sultan semula terjun ke dunia usaha. Ia pernah bekerja sebagai tukang servis AC keliling sebelum mendirikan perusahaan sendiri. Selanjutnya, ia memperluas lini bisnis hingga mencakup penjualan senjata, bahan peledak, dan tabung gas nasional di bawah bendera ASA Karya Group.
Pendidikan dan Jejak Organisasi
Sultan menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI), kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
Ia aktif dalam sejumlah organisasi pemuda dan bisnis — mulai dari Ketua KNPI Provinsi Bengkulu, hingga pengurus HIPMI dan organisasi kepemudaan lainnya — sebelum memasuki panggung politik nasional.
Perjalanan Politik: Dari DPD, Wakil Gubernur, ke Puncak Ketegasan
Pada Pemilihan 2009, Sultan terpilih sebagai anggota DPD RI mewakili Provinsi Bengkulu dan menjabat Ketua Hubungan Antar Lembaga. Namun tiga tahun kemudian, ia mengundurkan diri karena dipercaya menjadi Wakil Gubernur Bengkulu (2013–2015).
Meski kalah dalam pencalonan gubernur, Sultan tak berhenti berkarya. Ia kembali ke DPD RI pada 2019 dengan raihan suara terbanyak di dapil Bengkulu, kemudian menduduki jabatan Wakil Ketua.
Menjadi Ketua DPD RI 2024–2029
Pada Sidang Paripurna 2 Oktober 2024, Sultan terpilih sebagai Ketua DPD RI periode 2024–2029 menggantikan pendahulunya. Pemilihannya menandai tonggak baru dalam kariernya, dari wirausahawan dan pengurus daerah, menjadi pemimpin lembaga perwakilan daerah tingkat nasional.
Tantangan dan Harapan Baru
Dengan latar belakang beragam — dari dunia usaha, pemerintahan daerah, hingga legislatif — Sultan diharapkan mampu menjembatani kepentingan daerah dengan kebijakan nasional. Transformasinya juga menjadi simbol peluang karier di Indonesia, di mana seseorang bisa beralih dari sektor swasta ke puncak legislatif dengan rekam jejak yang beragam dan dinamis.
Rekam jejak dan kepemimpinan Sultan tercermin dalam sejumlah langkah nyata DPD RI — termasuk dukungannya terhadap kebijakan sosial dan inklusif. Sebelumnya, DPD juga menyuarakan penghargaan terhadap tokoh dari kalangan disabilitas melalui publikasi seperti dukungan terhadap ibunda Bayu Satria, menunjukkan komitmen atas keragaman isu sosial nasional.

